Waspada Bahaya Flakka

Flakka merupakan narkoba jenis baru dan lebih berbahaya.
Flakka merupakan narkoba jenis baru dan lebih berbahaya.
Flakka merupakan narkoba jenis baru dan lebih berbahaya.
Flakka merupakan narkoba jenis baru dan lebih berbahaya.

Masyarakat dunia pertama kali dibuat heboh pada pertengahan September 2016. Kehebohan itu disebabkan viralnya suatu video pengguna narkoba jenis Flakka. Berdasarkan hasil seluncuran kabarpadang.com dari berbagai sumber, itu merupakan obat (narkoba-red) jenis baru yang dapat membuat penggunanya bereaksi cepat. Fatalnya, pengguna obat terlarang tersebut dapat berperilaku seperti “Zombie” merusak otak lalu berujung pada kematian.

Flakka merupakan zat aktif seperti fentanyl derifat, mengandung senyawa kimia berupa MDPV (Methylenedioxypyrovalerone), lebih kuat dari morfin dengan potensi kekuatan 10.000 kali. Dalam studi kasus, pengguna flakka akan merasa percaya diri (PeDe), merasa paling kuat dan tak hanya itu bisa berdampak pada kegilaan.

Bacaan Lainnya

Awalnya itu obat diproduksi pada 2012 secara sintetis. Para penemu pun menghentikan produksinya karena ditemukan ada zaat paling berbahaya terkandung di dalamnya. Hingga akhirnya ditetapkan sebagai narkoba paling berbahaya. Alasannya, senyawa dapat merangsang bagian otak dan mengatur hormon dopamin, serotonin dan mood. Efek dari penggunaan obat sangat tahan lama serta membuat penggunanya berhalusinasi.

Zat yang terkandung dalam Flakka telah diajukan ke Kementerian Kesehatan pada medio Mei 2017, karena masuk kategori Golongan I dalam lampiran Undang-Undang Narkotika. Selain itu sedang dalam penelitian tim Labfor Polri, BNN, BP POM, UI dan ITB.

Di Amerika Serikat, flakka dijual seharga Rp78 ribu atau enam dolar. Target pengguna merupakan masyarakat berekonomi menengah ke bawah dan lebih rentan menjamah remaja. Peringatan waspada terhadap peredaran obat tersebut telah dikumandangkan oleh Drug Enforcement Administration (DEA) Amerika Serikat. Memang saat ini di Indonesia pihak berwajib belum mengendus akan obat itu. Meskipun demikian, diharapkan bagi yang menemukan gejala itu untuk segera melaporkan ke Kepolisian yang berada di wilayah hukum masing-masing daerah.

Loading...

Pos terkait