Warung Kecil Tanpa Asap Rokok ?

Salah satu pengumuman "Anti Asap Rokok" pada warung milik Buk Dini. FOTO/FADHILLAH HABIBUL HAMDA
Salah satu pengumuman "Anti Asap Rokok" pada warung milik Buk Dini. FOTO/FADHILLAH HABIBUL HAMDA
Salah satu pengumuman “Anti Asap Rokok” pada warung milik Buk Dini. FOTO/FADHILLAH HABIBUL HAMDA

Kebanyakan warung maupun kedai menjual berbagai makanan, minuman, dan termasuk rokok yang tidak ketinggalan. Tetapi hal berbeda dilakukan oleh ibu rumah tangga bernama Dini ini.

Awalnya hanya menjual pulsa elektrik, tapi lingkungan sekitar membuatnya memutuskan menambah usahanya dengan menjual P&D, seperti perlengkapan dapur, dan kue-kue kecil yang digemari oleh anak-anak ikut dijual.

Bacaan Lainnya

Anehnya, dirinya tidak menjual rokok yang konsumennya lebih banyak dibanding konsumen lain. Warung kecil miliknya merupakan warung bebas asap rokok yang mungkin jarang ditemui, khususnya di Kota Padang.

Setiap pengunjung yang merokok harus mematikan rokoknya terlebih dahulu saat orang lain berbelanja, terutama anak kecil agar tidak menjadi perokok pasif. Dirinya mengaku tak menjual rokok lantaran tidak ingin membahayakan para konsumen yang datang ke warungnya.

”Iya, saya memang dari awal tidak sedikitpun berniat untuk menjual rokok,karena akan membahayakan konsumen yang datang ke warung saya terutama pada anak-anak. Perubahan bisa dimulai dari hal-hal yang paling kecil itulah prinsip saya.” katanya saat ditemui pada warung miliknya di Jalan Gunung Talang, Gunung Pangilun, Kota Padang, Kamis (24/1) siang.

Selain itu, caranya ini membuat beberapa konsumen memiliki persepsi berbeda-beda. “Ada yang merasa aneh,tertawa,maklum,dan malah ada yang mendukung,” tuturnya.

Bahkan, para konsumen pun memaklumi prinsip yang dilakukan ibu rumah tangga ini. Konsumen yang datang ke warung dalam keadaan merokok pun tak segan untuk mematikan rokoknya terlebih dahulu sebelum masuk ke warung.

“Mohon Maaf Bebas Asap Rokok”, itulah tulisan yang terpampang jelas pada kertas yang ditempelkannya pada setiap sudut warungnya tersebut. “Supaya konsumen tahu, makanya saya pasang semuanya, dan mereka juga tidak marah,” katanya.

Penjualan rokok pun tidak tampak pada warung kecil miliknya itu. Dirinya beralasan, bahwa konsisten-nya dalam memerangi jumlah perokok dengan menawarkan obat-obatan herbal kesehatan.

“Dari awal saya konsisten dengan lebih menawarkan minuman dan obat-obat herbal untuk kesehatan. Ibaratnya, saya menjual kebalikan dari rokok itu, dan itu lebih bermanfaat dari pada menjual rokok. Jadinya kan juga bermanfaat, dan berpahala bagi saya,” tutupnya.

Reporter : Fadhillah H. Hamda

Editor : Wan

Loading...

Pos terkait