Wakil Ketua DPRD Sayangkan Arogansi Salah Seorang Petugas ke Ketua KPU Sumbar

Tangkapan layar status Facebook atas nama Rita Sumarni yang menyebarkan Kartu Tanda Penduduk atau KTP Ketua KPU Sumatera Barat Amnasmen. Foto : Istimewa

Padang – Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat Suwirpen Suib menyesalkan adanya tindakan arogansi yang dilakukan salah seorang petugas BPBD Padang terhadap Ketua KPU Sumbar Amnasmen di Posko PSBB Lubuk Paraku.

Hal itu terlihat dalam video yang beredar luas, terjadi cekcok antara petugas BPBD tersebut dengan Amnasmen.

Bacaan Lainnya

Suwirpen menyebut, sikap arogansi itu tak baik dilakukan oleh seorang petugas, dan menurutnya, perlu pelajaran etika kepada petugas yang bersangkutan dalam menjalankan tugasnya.

“Kalau melihat video yang beredar, tampak arogansi petugas, padahal Ketua KPU tampak koperatif, dan sangat tenang. Padahal, Walikota Padang pada 21 April 2020 lalu mengatakan, tidak ada larangan warga non KTP Padang, masuk kota Padang,” ulas Suwirpen.

Screenshot video perdebatan antara salah seorang petugas BPBD dengan Ketua KPU Sumbar Amnasmen. Foto : Istimewa

Ditambahkan Suwirpen, petugas tersebut jelas-jelas sudah mempermalukan ketua KPU Sumbar, dengan menyebar video ke berbagai media sosial, padahal jelas-jelas aturan mengatakan, pejabat negara dan tamu negara dikhususkan dalam aturan PSBB.

“Saya melihat tampaknya petugas tersebut tidak memahami aturan, karena ketua KPU ialah pejabat negara, yang aturannya jelas, apa lagi yang bersangkutan mempergunakan kendaraan dinas,” ungkap Suwirpen.

Bahkan, ia mengaku juga menyesalkan, tanpa seizin yang bersangkutan, petugas tersebut malah menyebarkan KTP Amnasmen di sosial media, Facebook atas nama Rita Sumarni.

Ibarat sipontong dapat cincin, anak kecil diberi pisau, itu lah pepatah yang layak untuk petugas penjaga perbatasan covid-19, Kota Padang itu, dan disebar melalui Facebook Rita Sumarni, yang juga bertugas di BPBD Padang, terhadap ketua KPU Sumbar Amnasmen,” kata Suwirpen.

Amnasmen Sayangkan KTP-nya Disebar Tanpa Izin

Sementara itu, Ketua KPU Sumbar Amnasmen menyampaikan, jika dirinya akan mempelajari, dan membicarakan hal tersebut kepada rekan-rekannya, termasuk pengacaranya.

“Kita akan bicarakan pada teman,-teman, jika perlu besok kita akan lapor ke Polisi, karena tanpa seizin saya sudah menshare KTP atau identitas pribadi saya, dengan tambahan kata-kata yang tidak sebenarnya, semua orang bisa melihat video tersebut, tidak sedikitpun saya melawan, malah saya yang dilecehkan petugas,” kata Amnasmen.

Loading...

Pos terkait