UKT Siap Diturunkan ?

UKTBerdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2013 tentang Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada Perguruan Tinggi Negeri, saat ini masih menuai pro dan kontra dari mahasiswa.

Ditinjau lebih lanjut, penolakan dilakukan mahasiswa lantaran adanya ketidak sesuaian level yang harus sepatutunya dibayarkan mahasiswa dengan penghasilan orang tuanya. Namun, sampai saat ini mahasiswa masih mematuhi peraturan tersebut.

Bacaan Lainnya

Bagi mereka yang menyetujui UKT, kebanyakan sudah menempati level yang sesuai dan mahasiswa merasa tidak dirugikan dengan jumlah biaya yang dikeluarkan.

Salah seorang anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Andalas (Unand), Vidia Sylvia Pasaribu mengungkapkan, sistem UKT hingga saat ini masih belum bisa dikatakan berjalan maksimal 100 persen agar sesuai dengan yang diharapkan.

“Karena sistem yang baru, tentu memerlukan waktu agar bisa dinilai, pasti memiliki dampak positif dan negatif,” katanya saat ditemui di Kantor BEM Unand, Limau Manis, Padang, Kamis (23/1) pagi.

Saat ini, Universitas Andalas masih menerima pengajuan penurunan UKT. Tentu hal ini direspon positif oleh mahasiswa. Badan Ekslutif Mahasiswa atau yang dikenal BEM INI, bertugas untuk menampung aspirasi mahasiswa dan membantunya sesuai dengan wewenang yang sudah diakui Universitas.

Selain itu, BEM Universitas Andalas telah melakukan sosialisasi mengenai sistem pembayaran UKT, dan program Bidik Misi ke sekolah yang terdapat pada daerah terpencil. Kegiatan ini dilakukan agar tidak ada lagi ketidak sesuaian level yang harus dibayar oleh mahasiswa.

Namun, dirinya juga berharap, setiap sekolah agar dapat mensosialisasikan lebih giat lagi mengenai UKT. Sedangkan, mahasiswa ataupun calon mahasiswa hendaknya lebih peka lagi dan giat mencari informasi seputar dunia perkuliahan, agar nantinya ketika sudah memasuki perguruan tinggi sudah mengerti.

“Begitu juga dalam pengisian pendaftaran pada mahasiswa baru hendaknya diisi dengan jujur dan detail,” tuturnya.

Pangajuan penurunan UKT yang diproses disemester dua ini merupakan penurunan level disemester tiga. Namun Universitas Andalas tidak menutup kemungkinan disemester ini untuk mahasiswa yang Kurang Mampu.

Mahasiswa tersebut langsung berurusan kepada wakil rektor I dan melengkapi persyaratan yang sudah ditentukan. Selanjutnya, ditindak lanjuti oleh pihak fakultas untuk pensurveian.

Hasilnya, dirapatkan oleh pihak berwenang dan barulah keluar penurunan level yang nanti dilaporkan lagi kepada Fakultas untuk diposting ke Portal mahasiswa oleh pihak ITC.

“Tahun 2014, saya akan menyetujui tetap dilanjutkannya sistem UKT ini kalau sistemnya sudah mengalami perbaikan, namun jika masih menimbulkan prostes pada mahasiswa lebih baik memikirkan solusinya dan tidak lagi menerapkan sistem UKT,” tutupnya.

Reporter : Lailatul Himni, Gessica, Yudhi Saputra.

Loading...

Pos terkait