Timsel Serahkan 15 Calon Hakim MK ke KPK

  • Whatsapp
Gedung Mahkamah Konstitusi. Foto : Detik.com
Gedung Mahkamah Konstitusi. Foto : Detik.com
Gedung Mahkamah Konstitusi. Foto : Detik.com

Tim Panitia Seleksi hakim Mahkamah Konstitusi menyerahkan sejumlah nama calon hakim MK ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

Ketua Pansel Saldi Isra mengatakan, ada 15 nama yang diserahkan ke KPK. Nantinya, komisi antirasuah tersebut akan melakukan verifikasi terkait nama-nama yang diserahkan pansel. Ia mengatakan, selain ke KPK, pansel juga akan menyerahkan nama-nama tersebut ke Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan.

Bacaan Lainnya

“Hanya ada 15 nama yang kami bawa. Sebelumnya ada 18 nama, dua mengundurkan diri, satu lagi tidak lolos kualifikasi. Jadi cuma 15 saja,” ujar Saldi di KPK, Jakarta, Kamis, 18 Desember 2014.

Saldi menambahkan, tim sengaja menyerahkan daftar nama calon hakim konstitusi tersebut ke KPK dan PPATK. Hal itu dimaksudkan untuk meminta pertimbangan dua lembaga itu guna menentukan calon hakim yang akan diajukan ke Presiden.

Usai discreening di KPK dan PPATK, calon yang lulus administrasi akan mengikuti tes wawancara tahap I pada 22 hingga 23 Desember 2014. Jika lulus, mereka akan menjalani wawancara tahap II pada 30-31 Desember 2014. Saldi mengatakan, tim memberi tenggat waktu kepada KPK untuk memberikan rekomendasi hingga 30 Desember 2014. Meski demikian, tim masih menerima masukan terkait nama-nama yang terjaring hingga 5 Januari 2015.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah membentuk pansel guna memilih calon hakim MK. Hal itu dilakukan karena pada 7 Januari 2015, Ketua MK, Hamdan Zoelva akan berakhir masa tugasnya. Pansel terdiri atas dua orang pengarah, yaitu Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno dan Menteri Hukum dan HAM,  Yasonna H Laoly. Sementara anggota pansel terdiri atas tujuh orang, yaitu Prof. Saldi Isra (ketua merangkap anggota), Prof. Maruarar Siahaan (anggota), Refli Harun (sekretaris merangkap anggota), Prof. Harjono (anggota), Todung Mulya Lubis (anggota), Prof. Widodo Ekatjahjana  (anggota) dan Prof. Satya Arinanto (anggota).

(Vivanews.com)

Loading...

Pos terkait