Tak Hilangkan Hak Pilih Pasien, KPU Dirikan TPS di RS Rasidin

  • Whatsapp
Petugas KPPS tengah membantu salah seorang pasien di RS Rasidin memilih Pileg. FOTO/HUDA PUTRA
Petugas KPPS tengah membantu salah seorang pasien di RS Rasidin memilih Pileg. FOTO/HUDA PUTRA
Petugas KPPS tengah membantu salah seorang pasien di RS Rasidin memilih Pileg. FOTO/HUDA PUTRA

Membantu pasien, penghuni maupun petugas Rumah Sakit (RS) Rasidin, KPU Kota Padang menyediakan TPS (Tempat Pemungutan Suara) tepat berada dalam rumah sakit tersebut.

Terpantau, sejumlah penghuni RS Rasidin menggunakan hak pilihnya pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 di TPS 28 yang didirikan KPU di Poliklinik RS Rasidin, Bypass, Kota Padang, Rabu (9/4).

Bacaan Lainnya

“TPS ini juga melayani masyarakat sekitar. Namun, jam 11 siang bersama tujuh orang anggota KPPS bergerak menuju ruangan perawatan dengan membawa surat suara dan kotak suara bagi penghuni rumah sakit,” kata Ketua KPPS TPS 28, Muliady.

Ia menambahkan, ada terdapat penghuni Rumah Sakit yang tidak bisa memilih, tetapi bukan karena menolak namun tidak memenuhi syarat untuk memilih.

“Pemilih itu ada surat pindahnya dari TPS, tetapi ada sebagian yang tidak ada, bukannya kami menolak tapi tak memenuhi syarat. Sebelumnya, kami juga sudah sosialisasikan melalui pihak Rumah Sakit bahwa ada TPS disini,” katanya.

Namun, walaupun sudah disediakan, masih terlihat banyak penghuni RS Rasidin yang tidak menggunakan hak pilihnya. “Saya kira tidak bisa memilih, karena kan saya sudah dirawat delapan hari disini. Tapi, saya senang, karena ada TPS dan bisa memilih,” kata Erizal, salah seorang pasien yang menggunakan hak pilihnya.

Erizal sendiri memilih tidak menggunakan surat pindah TPS tetapi fotokopi KTP dan KK. “Saya terdaftar di Kelurahan Korong Gadang, Kuranji, tetapi saya tidak mengurus surat pindah TPS. Tapi, tetap membawa fotokopi KTP dan KK,” jelasnya.

Sementara, masih pada TPS yang sama, sejumlah lansia pun mengaku cukup kesulitan dalam menggunakan hak pilihnya. “Hurufnya itu kecil-kecil pak, terus tulisannya juga kecil. Kami sudah tua, jadi susah lihatnya,” ungkap Juliar.

Loading...

Pos terkait