Tak Cukup Jadi Supir Angkot, Budi pun Jual Sabu

  • Whatsapp
Ilustrasi.

Merasa tak cukup bagi Fauzi alias Nando alias Budi (38) menjadi supir angkutan kota (angkot), dia pun menambah profesinya. Tapi, profesi keduanya ini bukanlah pekerjaan yang baik yakni menjadi pengedar narkoba jenis sabu.

Namun, langkahnya pun harus terhenti karena polisi menciduknya di kediamannya di Jalan Purus V, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Senin (10/3) sekitar pukul 17.30 WIB.

Bacaan Lainnya

Penangkapan terhadap Budi bermula dari tertangkapnya penadah motor curian bernama Gusrizal alias Jup (32) beberapa waktu lalu.

Dari tubuh Jup ditemukan satu paket kecil sabu. Polisi pun mendapat tugas ganda yaitu mencari komplotan pencuri motor dan menemukan bandar sabu yang didapatkan Jup.

Hasilnya, berdasarkan pengakuan Jup, polisi mengetahui bahwa Jup mendapatkan barang haram itu dari rekannya yang tak lain adalah Budi. ”Makanya kita langsung melakukan pengembangan di lapangan untuk kasus sabu itu, karena pelakunya juga sudah menjadi TO kami,” kata Kanit Reskrim Polsekta Padang Barat, Iptu Hidayat diruangannya, Selasa (11/3) pagi.

Setelah mendapatkan informasi keberadaan Budi, polisi pun langsung meringkusnya di rumahnya dan menemukan lima paket sabu yang rencananya akan dibagi lagi menjadi paket kecil.

“Polisi juga berhasil menyita timbangan, satu unit HP, uang hasil penjualan senilai Rp 215 ribu, tutup bong, ujung pirek, dan sendok. Dia ini adalah seorang bandar dan salah satu pemasok barang di kawasan Purus,” jelasnya.

Sementara, Budi mengaku barang haram itu didapatkannya dari rekannya yang berada di Kota PadangPanjang.

“Saya mendapatkan kiriman barang setiap minggu dan mentranferskan uangnya via rekening. Satu paket ini saya jual Rp 500 ribu hingga Rp 800 ribu, tapi kalau ada yang minta Rp 150 ribu, saya kurangi takarannya,” ungkapnya kepada wartawan.

Dia pun menyebut baru tiga bulan ini terjerat dalam bisnis haram tersebut karena permasalahan ekonomi. Uang yang didapatnya dari sopir AKDP itu tidak mencukupi untuk menghidupi keluarganya. “Saya akui salah pak,” tuturnya.

Loading...

Pos terkait