Surat Wasiat untuk Presiden dan Rakyat Indonesia

Dewi Retno Atik, istri Naomana Denis dan Kuasa Hukumnya, Chairul Anam Foto: liputan6.com
Dewi Retno Atik, istri Naomana Denis dan Kuasa Hukumnya, Chairul Anam Foto: liputan6.com
Dewi Retno Atik, istri Naomana Denis dan Kuasa Hukumnya, Chairul Anam Foto: liputan6.com

Eksekusi mati telah dilakukan dini hari tadi. Namun, kedukaan tentu masih dirasakan oleh keluarga yang ditinggalkan. Salah satunya adalah istri terpidana Naomana Denis (48) yang dihukum mati akibat membawa heroin seberat 1.000 gram. Terpidana yang merupakan warga negara Malawi ini masih memperjuangkan hidupnya hingga saat-saat menjelang eksekusi.

Naomana Denis yang memiliki nama asli Salomon Chibuke Okafer ini telah beberapa kali mengajukan Peninjauan Kembali (PK) dan gugatan kepada Pengadilan Negeri terkait kasusnya namun ditolak. Sehingga ia merasa manjadi korban diskriminasi hukum negara ini karena ia bukan bandar narkoba, ia hanya kurir. Seperti disampaikan oleh istrinya, Dewi Retno Atik, yang merupakan WNI setelah pertemuan terakhir dengan Denis hari Sabtu (17/1) kemarin.

Bacaan Lainnya

“Dia bukan gembong atau otak intelektual dari masalah ini. Suami saya hanya orang miskin yang bangkrut. Dia terpaksa menerima pekerjaan menjadi kurir karena ingin bertemu dengan keluarga di negaranya,” ungkap istrinya.

Bahkan Komnas HAM juga menolak hukuman mati terhadap Denis dengan mengirim surat kepada Presiden Jokowi, Jaksa Agung, Kemenkumham, Dirjen Lapas dan Jaksa Eksekutor untuk penangguhan hukuman. Akan tetapi, eksekusi mati terhadap terpidana yang telah 14 tahun divonis hukuman seumur hidup ini tetap berlangsung.

Walaupun begitu, Denis tidak memiliki permintaan terakhir. Bahkan sebelum dieksekusi ia tidak mengucapkan selamat tinggal, tetapi sampai jumpa lagi.

Sorry to say, I don’t say good bye but I will say see you again tommorrow,” ucapnya.

Selain itu, Denis memberikan sepucuk surat kepada istrinya yang ditujukan untuk Presiden dan seluruh rakyat Indonesia. Inilah isi surat tersebut ketika dibacakan oleh istri Denis yang didampingi kuasa hukumnya pada Sabtu (17/1), seperti dikutip dari Liputan6:

Assalamualaikum.                                                        

Saya Namaona Denis…orang miskin yang bangkrut dan terpaksa menjadi kurir.

Saya bukan bandar narkoba. Kepada Bapak Presiden dan seluruh rakyat Indonesia, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan saya karena sebagai manusia, saya tidak lepas dari kesalahan.

Perubahan hukuman saya dari seumur hidup menjadi pidana mati setelah selama 14 tahun berjalan telah merampas keadilan yang sampai saat ini saya perjuangkan.

Saya mohon kepada masyarakat memahami perjuangan saya memperoleh keadilan agar tidak ada orang lain mengalami perlakuan seperti saya. Karena ternyata berkelakuan baik dan patuh pada aturan hukum di negara ini saja tidak cukup untuk memperoleh keadilan.

Karena itu, melalui surat ini, saya masih terus memperjuangkan keadilan yang tidak pernah saya dapatkan.

Dan atas nama saya dan keluarga, berkali-kali saya memohon ampun kepada Allah dan meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia.

Wassalam mualaikum warohmatulohi wabarokatuh.

 

Loading...

Pos terkait