PE Sumbar Semakin Merosot

  • Whatsapp

IlustrasiEKOBIS – Pertumbuhan Ekonomi (PE) Sumatera Barat (Sumbar) diambang kemerosotan, tanda PE jeblok saat ini sudah terasa di triwulan III tahun 2013 yakninya hanya 5,9 persen. Hal ini berbanding terbalik dengan triwulan III tahun 2012 lalu, PE Sumbar terletak pada 6,3 persen dan berada di atas rata-rata PE Nasional.

Menyikapi hal tersebut, Zulkifli Djailani Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar menuding PE Sumbar jeblok berdasarkan data BPS dikarenakan ulah Gubernur Sumbar.

Bacaan Lainnya

“Gubernur ini tidak mampu mengelola APBD secara baik, sehingga uang Sumbar menumpuk di kas daerah dan tak tersebar ke masyarakat” ujar politisi fraksi Gerindra ini di ruang Komisi III DPRD Sumbar, Jumat (15/11) sore

Menurutnya, PE Sumbar sebelum ini tak terlepas dari faktor APBD dan APBN, sehingga sektor swasta masih belum bisa diandalkan. “Sumbar menjaga trend PE-nya selama ini sangat terkatrol oleh APBD dan APBN, karena mengandalkan sektor swasta masih belum bisa” katanya.

Zulkifli menyarankan Irwan Prayitno selaku Gubenur Sumbar untuk dapat serius dalam memikirkan daerahnya dalam sektor Pe tersebut. “Gubernur harus segera memerintahkan SKPD-nya untuk mengucurkan anggaran untuk membiayai proyek-proyek pembangunan. Dengan begitu uang beredar ke masyarakat dan PE kembali ke rel yang positif,” tuturnya.

Zulkifli juga menyebutkan, postur dari APBD Sumbar adalah 40 persen bagi pengadaan barang dan jasa serta 10 persen dana hibah dan bansos. “Kalau ini direalisasikan, saya yakin PE Sumbar kembali naik karena uang provinsi tidakngetem saja di kas daerah,” tutupnya.

Loading...

Pos terkait