“Suluak” Beribadah di Ruangan Kecil Selama Ramadhan

  • Whatsapp
Tarekat Jemaah Naqsyabandiyah yang mengikuti Suluak. Kabarpadang Image/Ikhwan
Tarekat Jemaah Naqsyabandiyah yang mengikuti Suluak. Kabarpadang Image/Ikhwan
Kaum ibu yang mengikuti Suluak. Foto : Ikhwan
Kaum ibu yang mengikuti Suluak. Foto : Ikhwan

“Suluak” masih banyak masyarakat di Indonesia yang belum mengetahui tradisi yang biasa digelar oleh penganut Islam Naqsabandiyah dalam rangka menyambut bulan Ramadhan. Suluak merupakan ritual zikir dan solat yang berjalan selama 40 hari, terhitung dimulai 10 hari sebelum masuknya bulan Ramadhan.

Suluak dilakukan kaum Naqsabandiyah bertempat di Mesjid maupun Musalla. Tradisi ini sendiri telah tumbuh puluhan tahun yang lampau dan biasanya dilakukan oleh masyarakat yang menganut Islam Naqsabandiyah di Sumatera Barat.

Terlihat, Suluak masih digelar di Kota Padang. Salah satunya di Musalla Baitul Makmur, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh. Disini, Suluak telah dilaksanakan oleh masyarakat dimulai pada Sabtu (21/6) kemarin.

Menginjak hari keempat, Selasa (24/6), terlihat masyarakat yang mengikuti sekitar 10 orang melaksanakan ritual ibadah Islam biasanya seperti sholat fardhu, zikir dan bersedekah. Namun, pelaksanaan Suluak berbeda dengan tempat pelaksanaan sholat masyarakat secara umum.

Jika masyarakat umum melaksanakan ibadah ditempat terbuka, Suluak melaksanakan ibadahnya disebuah ruangan kecil yang disekat dengan kayu dan dibatasi oleh kain. Jadi, pelaksanaan seluruh tradisi Suluak digelar dalam ruang kecil yang hampir mirip besarnya dengan kuburan.

“Untuk ibadahnya sama ibadah biasanya, hanya bedanya kita laksanakan 40 hari yakni 10 hari sebelum Ramadhan dan 30 hari saat bulan Ramadhan,” kata salah seorang pengikut Suluak, Alisna yang berasal dari Tarusan, Pesisir Selatan.

Saat ditanya, apa keunggulan dari Suluak, Alisna menyebut bisa terasa lebih dekat dengan maha pencipta. “Rasanya tenang, karena kita selalu berdoa, sholat dan berzikir disini,” ujarnya.

Ustad Syawir atau akrab dipanggil Buya menjelaskan, tradisi Suluak merupakan pengasingan diri seseorang dari keramaian untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. “Suluak itu dilakukan selama 40 hari. Selama Suluak yang dilakukan dari sholat, sholat sunnah, zikir, sedekah, makan-minum dan termasuk tidur,” katanya.

Lanjut Buya, Suluak tidak hanya diikuti oleh lanjut usia (lansia) saja. “Suluak itu tidak hanya dilakukan oleh Lansia saja, sudah Baliqh (dinyatakan dewasa), dia sudah boleh mengikuti Suluak,” tuturnya.

Sementara, saat ditanya makna dari ruangan kecil untuk melaksanakan Suluak, Buya menyebut bahwa itu merupakan ibarat kuburan. “Itu dikiaskan sebagai kubur, dia menyendiri, tidak ada teman dan didalam ruangan itu juga semua ibadah yang ikut Suluak dilakukan,” tutupnya.

Loading...
  • Whatsapp

Pos terkait