Soal Pilkada Serentak, KPU Sumbar Tunggu Instruksi Pusat

Ilustrasi Pilkada
Ilustrasi Pilkada
Ilustrasi Pilkada

Terkait Pilkada serentak yang dicanangkan sebelumnya sepertinya akan batal lantaran telah disahkannya RUU Pilkada oleh DPR RI, Jumat (26/9) dini hari.

Komisioner KPU Sumatera Barat, Muftie Syarfie menyebutkan, terkait kelanjutan Pilkada serentak pihaknya masih menunggu instruksi dari KPU Pusat. “Iya, untuk masalah itu (Pilkada serentak), kita masih tunggu isyarat dari KPU RI. Sesuai Undang-undangnya, KPU Provinsi merupakan penyelenggara Pilkada,” katanya di Padang.

Baca Juga

Menurutnya, canangan Pilkada serentak tidak lagi signifikan karena adanya RUU Pilkada, dimana memindahkan pemilihan dari langsung ke DPRD. “Kalau saat ini kita lihat memang tidak lagi signifikan. Melihat RUU Pilkada itu, karena yang diselenggarakan biasanya langsung, sekarang berubah ke DPRD,” terangnya.

Ia menjelaskan, sebenarnya Pilkada serentak telah bisa menekan biaya penyelenggaraan. Muftie mencontohkan pada rancangan Pilkada serentak yang direncanakan akan digelar pada 13 Kabupaten/Kota di Sumatera Barat, ditambah satu Pilkada Gubernur.

“Sebenarnya Pilkada serentak sudah menekan biaya. Sesuai rencana kita sekarang, jika kita selenggarakan pada 13 Kabupaten/Kota dan satu Pilkada Gubernur serentak pada tahun 2015, hanya membutuhkan biaya 70-80 Miliar. Sedangkan, jika Pilkada Gubernur saja sendirian kita rencanakan dulu 196 Miliar,” jelasnya.

Namun, walaupun demikian, pihaknya mengaku akan mentaati peraturan dan Undang-undang yang berlaku tersebut.”Kita sebagai penyelenggara akan mematuhinya dan menjalankannya,” singkatnya.

Loading...

Rekomendasi