Siswi MTs Korban Perkosaan Jalani Pemeriksaan di RSJ Saanin Padang

  • Whatsapp
Ilustrasi. FOTO/YUSTISI
Ilustrasi. FOTO/YUSTISI
Ilustrasi. FOTO/YUSTISI

Siswi MTs yang menjadi korban pemerkosaan berinisial NPD (15) kembali menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) HB Saanin Kota Padang, Selasa (22/4) siang. Pemeriksaan lanjutan dilakukan guna mengetahui perkembangan kondisi trauma berat yang dialami korban.

Korban sendiri tiba sekitar pukul 13.45 WIB didampingi kedua orang tuanya, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) dan petugas kepolisian dari Polres 50 Kota.

Bacaan Lainnya

Psikiater yang memeriksa korban Sulistiani Dewi menyebutkan, saat ini korban dalam proses pemulihan kondisi dan butuh ruang. Ia juga membantah bahwa korban mengalami kelainan jiwa, namun hanya mengalami reaksi stres berat akibat kejadian yang dialaminya.

”Dia mengalami trauma berat, makanya dia terlihat kebingungan, sering terpaku dan bahkan bisa seperti orang kesurupan, terutama pada objek tertentu yang bisa mengancam dia bisa langsung pingsan,” katanya usai pemeriksaan.

Selain itu, Psikolog korban Kuswardani Susari Putri mengatakan, korban terlihat masih memiliki semangat, terutama dalam menghadapi ujian. Susari menyebut, pemeriksaan kali kedua ini, diakui olehnya korban telah mulai bisa berkomunikasi dan bercerita.

”Kita tidak akan membahas masa lalu dengannya karena itu bisa mengembalikan pemikirannya lagi, palingan kita Cuma bertanya bagaimana dia sekolah dan bagaimana nilainya, hanya sebatas itu,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemulihan kondisi korban bisa berjalan cepat hingga lambat, tergantung faktor traumanya itu sendiri. Selama semua hal yang membuatnya menjadi trauma tidak ditemui, proses perkembangan kondisinya akan semakin baik.

”Semua tim juga berharap seperti itu, setidaknya semua yang membuat dia trauma dijauhkan dulu agar pemulihannya cepat,” tuturnya.

Sementara, sang ayah YZ (54) saat ditemui wartawan tidak bisa berkata banyak. Dia terus bertekad untuk melakukan upaya penuh dalam memulihkan kondisi anak kandungnya tersebut.

”Anak saya diberikan tenggang waktu untuk sekolah dan ujian, mungkin setelah kondisinya sedikit pulih baru bisa masuk sekolah lagi,” ungkapnya.

Ia juga berharap aparat kepolisian dapat memberikan keadilan bagi penanganan kasus yang menimpa anaknya tersebut. “Saya berterima kasih atas Support semuanya dalam penanganan anak saya. Saya juga berharap kepolisian dapat menyelesaikan kasus yang menimpa anak saya seadil-adilnya,” harapnya.

Terpantau, korban masih kerap kali pingsan saat menemui orang yang tidak dikenalnya. Usai pemeriksaan, NPD dan keluarganya kembali lagi ke rumah mereka yang terletak di Jorong Kubang, Kanagarian Guguak, Kabupaten 50 Kota.

Loading...

Pos terkait