Sepanjang 2013, 595 Orang Tewas di Jalanan Sumbar

Ilustrasi Polisi. Foto : Istimewa
Ilustrasi Polisi. Foto : Istimewa
Ilustrasi
Ilustrasi

Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat merilis data kecelakaan lalu lintas (laka lantas) dan kejahatan kriminal yang terjadi sepanjang tahun 2013 pada Sumatera Barat di Aula Sabraha Polda Sumbar, Selasa (31/12) kemarin.

Dari data tersebut, tercatat sekitar 595 orang tewas akibat kecelakaan yang terjadi di Jalan Raya Sumbar. Jika dibandingkan tahun 2012, angka ini menurun sekitar 10 persen, karena pada tahun lalu, jumlah korban tewas di Jalan Raya mencapai 685 orang.

Bacaan Lainnya

Selain itu, data itu juga membunyikan, 1.225 orang menderita luka berat, dan 3.219 orang menderita luka ringan akibat kecelakaan di jalanan. Dengan demikian, kerugian materil keseluruhan ditaksir berkisar Rp. 7,891 Milyar.

Korban tewas sendiri terbanyak pada Kabupaten Pasaman Barat, yakni sebanyak 85 orang. Disusul kota Padang, 72 orang dan kota Bukittingi 48 orang.

Lalu, untuk angka kecelakaan terbesar terdapat di kota Padang, dengan 488 kasus, di urutan kedua ada kota Pariaman 275 kasus, dan ketiga kota Bukittinggi 231 kasus.

Keseluruhan kecelakaan yang terjadi, ada sekitar 71 persen melibatkan sepeda motor, 14 persen kendaraan berpenumpang, dan 9 persen angkutan barang, serta 5 persen melibatkan bus.

Rata-rata kecelakaan terjadi antara pukul 12.00-18.00 WIB, dengan mencapai angka 36 persen. Sedangkan, pukul 18.00-24.00 WIB mencapai 29 persen, serta 23 persen dari pukul 06.00-12.00 WIB.

Pengendara yang terlibat kecelakaan itu didominasi usia 21-30 tahun atau 33 persen, usia 16 tahun hingga 20 tahun sekitar 27 persen, usia 41 tahun hingga 50 tahun sekitar 12 persen.

Penyebab utama kecelakaan terbanyak merupakan kecepatan tinggi dalam berkendara, sekitar 37 persen. Lalu, kondisi tidak aman sekitar 18 persen, dan sisanya kasus lain.

Sementara, kejahatan di Sumbar selama 2013 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, sekitar 7,5 persen menjadi 17.482 kasus. Untuk paling menonjol adalah kasus pencurian dengan pemberatan yang mencapai 2.782 kasus, meningkat dari 2012 sebanyak 1.997 kasus dan hanya 19,1 persen perkara ini diselesaikan oleh polisi.

Lanjut, untuk pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) mencapai 2.623 kasus, dengan rata-rata tujuh unit motor yang digasak pencuri setiap harinya. Tetapi, kepolisiannya hanya bisa mengungkap 11,9 persen pelaku.

Kemudian penipuan 1.059 kasus, penganiayaan berat 735 kasus, pengrusakan 634 kasus, pencurian dengan kekerasan 363 kasus, narkoba 352 perkara, judi 195 perkara, kebakaran 177 kasus, perkosaan 53 kasus dan pembunuhan 25 kasus.

Untuk wilayah, Kota Padang masih yang paling tinggi tingkat gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dengan 6.768 kasus, disusul Payakumbuh dengan 1.090 kasus, Bukittinggi dengan 1.030 kasus dan Padang Pariaman dengan 991 kasus.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumbar, Brigjen Pol Noer Ali mengaku, tingkat penyelesaian sejumlah perkara oleh jajarannya masih rendah pada tahun ini. Bahkan, untuk Polresta kota Padang sendiri, hanya mencapai 43 persen kasus yang terungkap.

“Ini tugas penyidik dan saya sudah berkali-kali menekankannya. Persoalannya adalah kekurangan personil penyidik yang hanya 40 persen dari jumlah ideal,” katanya, kemarin.

Menurutnya, untuk tahun ini akan ada penambahan personil lebih dari 200 orang dari bintara yang selesai mengikuti pendidikan. “Dengan penambahan ini kita berharap kinerja Polda dan jajaran akan lebih baik lagi,” lanjut Kapolda.  (Gs)

Editor : TRY

Loading...

Pos terkait