Satu Korban Rabies Meninggal Dunia

RS M. Djamil Padang
RS M. Djamil Padang
RS M. Djamil Padang

Virus rabies memakan korban. Satu korban positif terkena virus rabies dari hewan jenis musang yang sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) M. Djamil Padang akhirnya meninggal dunia.

Berdasarkan informasi, korban yang diketahui berinisial MR (6) warga Cupak Tangah, Kabupaten Solok menghembuskan nafas terakhirnya pada Selasa (23/4) malam.

Korban meninggal dunia diduga karena penurunan kondisi akibat virus yang sudah menyebar seluruh tubuhnya, hingga dirinya tidak bisa lagi bertahan. Sebelum dirawat di RS M. Djamil Padang, korban sempat dilarikan ke RSU Kota Solok.

 Humas M. Djamil Padang, Gustianof mengatakan, korban awalnya masuk pada Selasa sore dan sempat dirawat di IGD, kemudian dipindahkan ke ruangan Petri Penyakit Dalam.

 “Saat pertama masuk memang dia menunjukkan gejala rabies dan sudah diberikan vaksin untuk penanggulangannya,” jelasnya di RS M. Djamil Padang, Kamis (24/4).

 Namun, usai magrib, MR mengalami penurunan kondisi dan suhu panas badannya semakin meningkat. Tim dokter yang menangani MR langsung melakukan pemeriksaan, dan ternyata virus tersebut sudah masuk ke organ bagian dalamnya.

”MR tidak bisa bertahan lagi karena virus itu sudah masuk ke jantung dan paru-parunya,” tuturnya.

Korban sendiri dikabarkan telah dibawa pihak keluarganya untuk dimakamkan di kampung halamannya. “Kita menduga, korban ini tidak dapat bertahan karena virus rabies akibat gigitan musang itu,” jelasnya..

 Dijelaskannya, warga yang terkena gigitan HPR (hewan penyebar rabies) akan mendapatkan perawatan berupa pemberian suntikan vaksin anti rabies (VAR).

Akibat gigitan HPR ini baru akan terlihat selama 30-50 hari kemudian, dengan gejala awal antara lain hilang nafsu makan, sakit kepala, tidak bisa tidur kemudian demam tinggi disertai mual-mual dan muntah.

Selanjutnya korban akan mengalami kesakitan di sekujur tubuh, dari mulut mengeluarkan air liur yang banyak serta mengonggong layaknya seekor anjing, jika lamban ditangani maka korbannya dapat meninggal dunia.

”Untuk kalangan warga yang terkena gigitan HPR baik oleh anjing, kucing maupun monyet agar segera membersihkan bekas luka gigitan dengan air bersih dan sabun serta segera berobat ke dokter maupun rumah sakit terdekat, termasuk juga musang ataupun tikus,” tutupnya..

Untuk itu warga diminta agar waspada sehingga tidak menjadi korban dari gigitan hewan berbahaya tersebut terutama yang hidup liar, selain itu pihaknya juga mengimbau kalangan dinas terkait lainnya agar segera melakukan eliminasi anjing liar sehingga tidak membahayakan masyarakat.

(Cicigustria)

Loading...

Pos terkait

Hosting Unlimited Indonesia