Satu Desa Satu Pangkalan, Pertamina Perluas Layanan ke Sijunjung

Pemilik Agen tengah merapikan sejumlah Gas Elpiji tabung 3 Kg, Senin (6/1). (Foto : Huda Putra)

Sijunjung – Warga Kecamatan Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung sekarang tak lagi perlu jauh-jauh mendapatkan gas elpiji. Hal itu berkat adanya program PT Pertamina ‘Satu Desa Satu Pangkalan’.

“Terima kasih kepada Pertamina, karena sekarang saya tidak perlu jauh-jauh lagi beli gas untuk keperluan saya,” kata Eli Mawarni, salah seorang warga setempat.

Bacaan Lainnya

Hal yang sama juga dikatakan Darussalam, warga Tanjung Gadang. Ia mengaku tak lagi merogok kocek besar untuk mendapatkan elpiji bersubsidi sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi atau HET.

Sementara itu, Pjs Unit Manager Comm, Rel dan CSR Pertamina MOR I Nurhidayanto mengatakan, penambahan pangkalan via program ‘Satu Desa Satu Pangkalan’ memang tengah gencar digulirkan Pertamina.

“Program ini bertujuan untuk memperluas ketersedian, kemudahan akses, dan keterjangkauan elpiji ke masyarakat. Khususnya di wilayah-wilayah pelosok yang sebelumnya tidak memiliki pangkalan resmi,” kata Nurhidayanto.

Dia menambahkan, selama ini kehadiran pengecer mengakibatkan gas elpiji 3 kg dijual diatas HET.

Selain itu, kehadiran pengecer juga mendorong pasokan elpiji di pangkalan cepat habis.

“Untuk Sumbar, program ini, kini sudah hadir 100 persen di seluruh nagari. Sebanyak 3.369 pangkalan dan 107 agen elpiji 3kg hadir di 18 Kabupaten dan Kota 169 kecamatan, dan 1.116 nagari atau desa di Sumbar,” jelas Nurhidayanto.

Bekerjasama dengan BUMNag

Program ini juga bekerja sama dengan BUMNag atau Bumdes seperti yang ada di Kabupaten Sijunjung. Sehingga program, menurutnya dapat menjadi penyumbang ekonomi bagi Nagari.

“Kami sampaikan, penambahan pangkalan tidak berarti alokasi kuotanya juga bertambah. Karena kuota kan sudah ditetapkan pemerintah, tidak berubah. Contohnya sebelum adanya program ini, di Kota Solok terdapat 47 pangkalan dengan rata-rata alokasi 977 tabung per pangkalan. Setelah adanya program ini, jumlah pangkalan di Kota Solok menjadi 59 pangkalan dengan rata-rata alokasi jadi 778 tabung per pangkalan,” kata Nurhidayanto.

Untuk tahun 2020, sisa kuota elpiji 3 kilogram hingga akhir tahun ialah sekitar 6,5 juta tabung.

Sisa tabung ini harus dijaga agar mencukupi hingga akhir tahun.

Berdasarkan catatan Pertamina, sepanjang Juli hingga September 2020 penyaluran elpiji 3 kg subsidi di Sumbar sudah mencapai lebih dari 9,5 juta tabung.

Sementara elpiji non subsidi seperti Bright Gas, sebanyak lebih dari satu juta tabung. Untuk menghindari tabung elpiji bersubsidi dijual kembali oleh pengecer, Pertamina menetapkan satu kepala keluarga hanya boleh membeli satu tabung elpiji bersubsidi.

Loading...

Pos terkait