Rizal Ramli : Hanya 20 % Masyarakat Indonesia Mengerti Arti Kemerdekaan

Menko Kemaritiman RI, Rizal Ramli. Foto : JPNN
Rizal Ramli FOTO/JPNN
Rizal Ramli FOTO/JPNN

Pengamat Ekonomi Senior Indonesia, Rizal Ramli menggelar Seminar Nasional bertajuk Reposisi Ekonomi Nasional Menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN bersama Mahasiswa Universitas Bung Hatta (UBH) di Auditorium UBH Kota Padang, Kamis (16/1) pagi.

Dalam seminarnya, Rizal menerangkan tentang kemunduran ekonomi Indonesia yang sungguh sangat memperihatinkan saat ini. Dirinya menyebut, delapan tahun sebelum tahun 2013, ekonomi Makro di Indonesia sangat baik dengan mengacu kepada sejumlah faktor.

Bacaan Lainnya

“Yang pertama itu, adanya komoditi, energi dan mineral yang terus meningkat selama delapan tahun belakangan, dan kedua, yakni masalah ekonomi serta finansial yang Internasional yang berdampak saham di Indonesia menjadi naik,” jelasnya.

Menurutnya, ekonomi Indonesia saat ini telah mencapai puncak lampu kuning. Pasalnya, tak seimbangnya keuntungan yang didapatkan pihak Nasional ketimbang Internasional. “Menurut saya, dalam 10 tahun terakhir ini, ekonomi Indonesia sangatlah membuat untung besar bagi pasar Internasional. Akibatnya, pihak Indonesia pun tidak mendapatkan keuntungan yang memadai,” tuturnya.

Dilain hal, Rizal juga menjelaskan, bahwa hanya 20 persen masyarakat Indonesia yang telah mengetahui arti kemerdekaan. Sebaliknya, 80 persen lagi belum mengerti arti kemerdekaan itu sendiri, dan hidup dibawah standar yang kurang layak.

“Baru 20 persen masyarakat Indonesia yang merasakan yang namanya merdeka. Merdeka-nya itu bukan penjajahan, tetapi merasakan bagaimana menjadi warga negara Indonesia yang sebenarnya, dan menikmati hidup yang layak,” katanya.

Selain itu, masih banyak kemiskinan pada masyarakat merupakan faktor dari rendahnya ekonomi di Indonesia. Peranan pemerintah lah yang seharusnya menjadi ujung tombak besar bagi masyarakat.

Reporter : Ikhwan

Loading...

Pos terkait