Ribuan Massa Unjuk Rasa, Tolak Tegas Siloam

8Ribuan massa yang menolak pendirian Super Block Lippo Group termasuk Rumah Sakit (RS) Siloam di Kota Padang mengadakan aksi unjuk rasa damai di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Padang, Kamis (28/11) pagi. Aksi sendiri dimulai dari Mesjid Nurul Iman hingga long march ke Gedung DPRD Padang dihadiri sekitar 3000 ribuan massa.

Berbagai lapisan masyarakat hadir dalam unjuk rasa kali ini, mereka dengan tegas menolak kehadiran RS Siloam di Kota Padang. Para pengunjuk rasa menuntut agar DPRD Padang mencabut kembali rekomendasi terhadap pembangunan Super Block Lippo Group (SBLG) serta Walikota Padang untuk dapat mundur selangkah mencabut izin SBLG tersebut.

Bacaan Lainnya

“Kami menolak penuh pembangunan SBLG tersebut di Kota Padang, karena akan merusak yang namanya aqidah pada ranah minang ini, kepada DPRD Padang untuk dapat mencabut rekomendasinya serta Fauzi Bahar (Walikota Padang) mencabut kembali izinya” tegas Gusrizal Gazahar, Koordinator Aksi sekaligus Ketua Fatwa MUI Sumbar saat menyuarakan aksi di depan Gedung DPRD Padang, pagi.

Sebelumnya, aspirasi pengunjuk rasa berupa surat tuntutan telah diterima oleh Sekretaris Dewan DPRD Padang dan telah diberikan kepada Ketua DPRD Padang. Menyikapi aksi tersebut, DPRD Padang diwakili Budiman selaku Wakil Ketua DPRD menerima perwakilan pengunjuk rasa untuk melakukan rapat terbatas terkait hal tersebut.

Budiman menyebutkan dalam rapat tersebut, bahwa telah menerima surat aspirasi secara resmi, dan berjanji akan membahasnya secara tuntas. “Kita sudah terima surat tersebut melalui Sekwan dan telah diberikan kepada Ketua DPRD,  dan karena Ketua tengah melakukan kunjungan kerja sehingga tidak dapat hadir, tapi kita akan membahasnya secara tuntas” katanya didampingi Anggota DPRD Padang Muharlion dan Adison.

Bahkan, perantau minang Mafri Amir yang juga Dosen Universitas Islam Jakarta menghadiri aksi penolakan ini, dirinya yang mewaliki Organisasi Awak Samo Awak (ASA) menyatakan dengan tegas penolakan Lippo Group.

“Saya jauh-jauh dari Jakarta demi masyarakat Kota Padang, dengan tegas saya juga menolak pembangun SBLG di Kota Padang” soraknya.

Penolakan ini dilakukan karena banyak pihak menuding bahwa pembangun proyek ini santar dengan aliran kristenisasi dan berlawanan dengan kultural masyarat Minang. Dilain sisi, SBLG tidak sesuai dengan aturan tata kota, kemacetan yang akan bertambah, dan hanya untuk kepentingan pribadi tanpa memikirkan masyarakat banyak.

“Ini tidak sesuai dengan aturan tataan Kota, banyak kejanggal disini, dan adanya kepentingan pribadi tanpa memikirkan masyarakat banyak, makanya oleh karena itu kita menolak pembangunan proyek ini” tuturnya.

Aksi ini juga banyak mendapatkan simpatik dari berbagai Organisasi Masyarakat (Ormas), terbukti 40 lebih Ormas hadir dalam aksi penolakan kali ini. Bahkan, Ormas yang berasal dari Malaysia dan Australia juga ikut serta dalam menyuarakan penolakan tersebut.

Berakhirnya rapat terbatas tersebut, DPRD Padang melalui Budiman menegaskan mencabut Rekomendasi Izin pembangunan SLBG di Kota Padang. “Tadi sudah sama-sama kita bicarakan, dengan ini saya mewakili DPRD Kota Padang menegaskan mencabut Rekomendasi Izin pembangunan Super Block Lippon Group” katanya saat membacakan putusan rapat di depan ribuan pengunjuk rasa.

Loading...

Pos terkait

Hosting Unlimited Indonesia