Resiko Tinggi, Tim Evakuasi Korban Tambang Batu Bara Terhambat

Lokasi tambang batu bara yang runtuh di Ombilin, Kota Sawahlunto. FOTO/DEDEN
Lokasi tambang batu bara yang runtuh di Ombilin, Kota Sawahlunto. FOTO/DEDEN
Lokasi tambang batu bara yang runtuh di Ombilin, Kota Sawahlunto. FOTO/DEDEN

Tambang batu bara rakyat di Ngalau Cigak, Ombilin, Kota Sawahlunto meledak sekitar pukul 11.00 WIB, Jumat (24/1). Sempat terjadi informasi simpang siur terhadap jumlah korban tewas maupun yang masih diduga tertimbun ledakan lubang.

Kapolres Kota Sawahlunto, AKBP M Syafrizal memastikan korban yang tertimbun berjumlah lima orang, dan berhasil ditemukan satu korban bernama Zulhedi. “Memang tadi ada yang bilang sampai 40 orang, tapi tidak sampai segitunya. Data lapangan hanya lima orang yang terjebak, dan satu korban berhasil dievakuasi dalam keadaan tewas,” katanya saat dihubungi via seluler, malam.

Baca Juga

Satu korban tewas bisa cepat dievakuasi karena saat ledakan terjadi berada di dekat mulut tambang. “Empat korban lagi waktu ledakan terperangkap di lubang tambang yang meledak, dan saat ini masih diupayakan pencarian,” tuturnya.

Sementara, salah seorang wartawan, Deden yang juga berada di lokasi kejadian menyebutkan, hingga malam ini pencarian masih belum bisa dilakukan. Pasalnya, timbunan ledakan yang panjang menutupi lokasi.

“Dari bibir tambang jarak 100 meter, sedangkan panjang timbunan sekitar 8 meter yang kemungkinan menimbun 4 orang tersebut,” katanya saat dihubungi via seluler, malam.

Dia juga menyebutkan, pencarian tadi memang dilakukan, tapi hanya oleh sejumlah pekerja tambang. “Pekerja tambang tadi sempat mencoba masuk, tapi melihat situasi belum bisa. Sedangkan, tim Rescue juga beranggapan sama, melihat adanya resiko besar jika tiba-tiba terjadi ledakan susulan,” jelasnya.

Selain itu, Ketua IAGI Sumbar, Ade Edward juga membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, evakuasi terhambat lantaran lubang yang cukup dalam, dan beresiko tinggi bagi para tim SAR.

“Pemompaan udara segar kedalam terowongan lobang akan menurunkan kadar gas metan,” tuturnya.

Adapun, keempat korban yang diduga masih terjebak bernama Komaruddin (40), Munir (40), Nofrianton (40), dan Afan Efendi (37).

(Bpbd, Polresta Sawahlunto, Deden)

Loading...

Rekomendasi

DomaiNesia