Ratusan Masyarakat Rebutan di Tradisi “Serak Gulo”

 

Ratusan masyarakat saling berebut mendapatkan gula terbungkus kain dalam Tradisi "Serak Gulo" di Mesjid Muhammaddan, Pondok, Kota Padang. FOTO/IKHWAN
Ratusan masyarakat saling berebut mendapatkan gula terbungkus kain dalam Tradisi “Serak Gulo” di Mesjid Muhammaddan, Pondok, Kota Padang. FOTO/IKHWAN

Ratusan masyarakat saling berebutan mendapatkan gula bungkusan dalam tradisi “Serak Gulo” (tabur gula) yang digelar oleh masyarakat keturunan India di Mesjid Muhammadden, Pondok, Kota Padang, Senin (31/3) sore.

Muat Lebih

Tradisi ini dilakukan dalam rangka menyambut semacam hari jadi dari bangsa Soulhamid yang diadakan pada 1 Jumadil akhir setiap tahunnya. Berbagai masyarakat keturunan India yang tersebar di Jakarta, Jambi, Medan dan Pekanbaru juga turut ikut andil dalam tradisi tersebut.

Tradisi ini diawali dengan pembacaan doa didepan gula yang telah terbungkus dengan kain. Kemudian dilanjutkan dengan pemasangan bendera berlambang bulang bintang disekeliling atap Mesjid.

Barulah, sebanyak sepuluh orang panitia naik ke atap Mesjid sembari membawa gula yang terbungkus tersebut. Diiring doa, panitia yang telah berada di atap Mesjid itu langsung menabur bungkusan gula itu kebawah.

Ratusan masyarakat pun yang telah menunggu langsung saling berebutan untuk mendapatkan gula yang diyakini mempunyai berkah tersendiri.

Ketua Pelaksana tradisi “Serak Gulo”, Affas Max menyebutkan, tahun ini, gula yang terkumpul mencapai 2,5 ton. “Gula-gula ini terkumpul dari berbagai elemen masyarakat dan ada juga yang nazar (berniat) setiap tahunnay. Istimewanya tahun ini lebih banyak dari tahun sebelumnya yakni 2,5 ton lebih gula terkumpul,” katanya disela-sela acara.

Dikatakan Max, tradisi “Serak Gulo” hanya digelar pada tiga negara setiap tahunnya. “Ketiga negara itu yakni Singapura, Indonesia dan India. Bahkan, untuk Indonesia sendiri hanya digelar setiap tahunnya di Kota Padang,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan tabur gula ini dipercayai sebuah berkah tersendiri bagi masyarakat keturunan India. “Ini Tradisi yang kita lakukan setiap tahunnya sebagai bangsa Soulhamid. Ditambah, mempererat silaturahmi sesama keturunan India,” katanya.

Malam hari, kegiatan akan dilanjutkan dengan pelaksanaan Maulud oleh sejumlah masyarakat keturunan India tersebut.

Loading...

Pos terkait

DomaiNesia