Rapat Pleno Pilkada Padang Ricuh

  • Whatsapp
Ilustrasi. Pilkada Padang.

Pilkada PadangPOLITIK – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Padang menggelar Rapat Pleno terbuka Penyusunan dan Penyampaian Rekapitulasi hasil penghitungan suara di tingkat KPUD Kota Padang serta penetapan pasangan calon terpilih pada pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang tahun 2013 di Grand Inna Muara Hotel Padang, Senin (4/10)

Rapat Pleno yang dimulai sekitar pukul 3 sore ini dihadiri oleh Walikota Padang Fauzi Bahar, Fauzi dalam kata sambutannya menyampaikan agar Pilkada yang telah diselenggarakan 30 Oktober lalu dapat berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

Bacaan Lainnya

“Semoga rapat pleno penentuan ini dapat berjalan dengan lancer sesuai dengan aturan yang telah ada, kalau terjadi dua putaran, masyarakat bisa memilih pemimpinnya lebih mantap lagi untuk masa depan Kota Padang”ujarnya.

Rapat ini diawali dengan pembacaan laporan Panitia Pemungutan Suara (PPK) Kecamatan Padang Selatan, tetapi salah satu tim saksi dari pasangan calon nomor urut lima memprotes terkait pembacaan serta penetapan ini.

Iffan Efendi, saksi dari tim pasangan ini langsung keluar terhadap rapat pleno yang diduga banyak kecurangan dan kejanggalan tersebut. “Saya memilih keluar, karena ini sudah banyak kecurangan tapi masih juga dilanjutkan, tidak bisa seperti ini”ungkapnya saat diwawancarai oleh para wartawan.

Pihaknya menyayagkan sikap dari KPUD Kota Padang yang dinilai tidak menanggapi terhadap protesnya tersebut. Lanjutnya, ia mengancam akan melanjutkan kasus beserta temuan yang didapat ke Mahkamah Konstitusi.

“Tak ditanggapi disini, kita akan bawa perkara sesuai dengan bukti yang ada bersama kita ke Mahmakah Konstitusi”tegasnya.

 

Tak berhenti disitu saja, pihak PPK dari Padang Selatan juga membacakan laporan keberatan saksi. PPK Padang Selatan mengemukakan bahwa mendapati laporan pelanggaran dalam penggelembungan suara di daerah Padang Selatan dari saksi tim DEJE yang menyebutkan menemukan penggelembungan suara terhadap nomor urut 10 , dengan hasil saksi DEJE 766 suara sedangkan PPK 767 suara.

Tetapi, PPK Padang Selatan memutuskan bahwa keberatan saksi tersebut tidak benar, dikarenakan saksi yang menggugat tidak bisa memperlihatkan bukti nyata dari pelanggaran tersebut.

Sidang Pleno ini masih berjalan hingga saat ini, dan kemungkinan akan selesai pada malam hari nanti.

Loading...

Pos terkait