Rano Karno Bantah Tudingan Terima Duit dari Wawan

  • Whatsapp
Wakil Gubernur Banten, Rano Karno. FOTO/SIDOMI
Wakil Gubernur Banten, Rano Karno. FOTO/SIDOMI
Wakil Gubernur Banten, Rano Karno. FOTO/SIDOMI

Wakil Gubernur Banten Rano Karno membantah menerima uang Rp 1,2 miliar dari PT Bali Pasific Pragama (PT BPP). Perusahaan itu merupakan perusahaan milik tersangka suap sengketa pilkada di MK, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

“Tidak pernah ada transfer itu. Di era seperti ini, seluruh lalu lintas keuangan bisa dicek melalui PPATK. Silakan dicek benarkah transfer itu ada?,” tegas Rano dalam siaran pers yang diterima Aktual.co, Kamis (3/4).

Dalam proses hukum, sambungnya, siapa yang mendalilkan maka dia harus membuktikan. Kalau transfer itu benar-benar ada, yang bersangkutan mestinya tak sulit menyediakan rekening koran atas transfer itu sebagai bukti.

“Intinya saya mendukung seluruh proses hukum yang tengah berjalan dan seluruh upaya pemberantasan korupsi,” demikian Rano.

Persidangan kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Lebak, Banten dengan terdakwa Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan, terungkap fakta bahwa Wakil Gubernur Banten, Rano Karno pernah menerima uang Rp 1,2 miliar dari PT Bali Pasific Pragama (PT BPP) yang merupakan perusahaan milik Wawan.

Fakta tersebut, terungkap saat kesaksian Staf Keuangan PT BPP Yayah Rodiah sewaktu diperiksa penyidik KPK, dia pernah ditunjukan bukti pengiriman uang melalui cek kepada Rano Karno. Uang itu berasal dari kas PT BPP. Pengeluaran itu ditulis Yayah dalam pembukuan pribadi.

“Iya Pak ditunjukan,” kata Yayah di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (3/4).

Pengakuan Yayah muncul saat Jaksa KPK, Dzakiyul Fikri mendalami dugaan pemberian hadiah terkait Pilkada Banten yang pernah berperkara di MK.
(Aktual.co)

Loading...
  • Whatsapp

Pos terkait