Pungutan Liar Pasar Raya, Komnas HAM Terima Keluhan Pedagang

  • Whatsapp
Ilustrasi. Pasar Raya Padang. Foto : Ikhwan
Pasar Raya Padang
Pasar Raya Padang. FOTO/IKHWAN

Banyaknya keluhan pedagang Pasar Raya Kota Padang terhadap pungutan liar yang semakin marak membuat Komnas HAM Pusat pun langsung turun tangan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi jumlah para pemalak yang meminta pungutan liar tersebut.

Kenyataannya, salah seorang pedagang Sri Man mengaku seharinya ia harus mengeluarkan uang Rp. 50 ribu hanya untuk pungutan saja. Sedangkan, pendapatannya sendiri tidak memadai, ditambah kesembrautan Pasar Raya.

“Susah pak, jual beli payah sekali sekarang pak, ditambah pula pungutan yang diminta, kadang bisa tiga sampai empat kali seharinya diminta pak,” ungkapnya.

Anggota Komnas HAM Pusat, Maneger Nasution menanggapi keluhan pedagang tersebut. Ia mengaku sangat prihatin dengan para pedagang yang berada di Pasar Raya. “Para pedagang ini sudah putus asa dengan banyaknya pungutan liar tersebut, sementara keuntungan yang mereka dapat tidak seberapa,” katanya.

Menurutnya, hal ini telah melanggar HAM karena adanya indikasi pembiaran dari negara maupun pemerintah setempat. Untuk itu, dia berjanji akan meneruskan aspirasi pedagang tersebut ke Komnas HAM Pusat untuk ditindaklanjuti.

“Ini termasuk pelanggaran HAM karena kebebasan para pedagang ini sudah terbelit oleh pungutan liar yang tidak jelas kemana muaranya,” tegasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pasar Kota Padang, Hendrizal Azhar membenarkan pungutan liar diluar retribusi resmi tersebut. Dinas Pasar sendiri, disebut Hendrizal hanya meminta retribusi harian sebesar Rp. 1000 untuk sampah dan retribusi bulanan Rp. 70 ribu hingga Rp. 100 ribu untuk toko besar.

“Kita pun sudah menyarankan kepada para pedagang untuk tidak membayar pungutan selain restribusi, tapi kenyataannya mereka takut, jadi mereka membayar juga walaupun terkadang saat berjualan kadang tidak mendapatkan untung,” katanya.

Dia berharap, Komnasham Pusat pun segera membeberkan permasalahan ini ke pusat agar tidak menjadi berlarut-larut dan membuat para pedagang semakin susah “Kita mendukung usaha dari Komnasham ini, kalau mereka ingin bukti jelas kita siap membantu,” tukasnya.

(cicigustria)

Loading...
  • Whatsapp

Pos terkait