Pulang Umrah, Nenek Ini Diduga Idap Virus MERS

  • Whatsapp
Pasien yang diduga mengidap virus MERS, Z. Binar (86) saat mendapatkan perawatan di RS M Djamil Padang. FOTO/DS
Pasien yang diduga mengidap virus MERS, Z. Binar (86) saat mendapatkan perawatan di RS M Djamil Padang. FOTO/DS
Pasien yang diduga mengidap virus MERS, Z. Binar (86) saat mendapatkan perawatan di RS M Djamil Padang. FOTO/DS

Seorang nenek bernama Z. Binar (86) diduga mengidap virus berbahaya asal timur tengah MERS yang saat ini tengah menghebohkan masyarakat dunia. Nenek itu pun langsung dirujuk dari daerah asalnya, Naras, Kota Pariaman ke Rumah Sakit (RS) M. Djamil Kota Padang, Kamis (8/5) sore.

Sontak, saat tiba di RS M. Djamil Padang, membuat sejumlah pasien yang berada di rumah sakit tersebut panik. Bahkan, satu perawat langsung pingsan saat tengah memberikan penanganan media kepada pasien tersebut.

“Semua pasien dan perawat ketika pasien itu datang langsung panik dan serentak memasang masker,” kata Murni, salah seorang keluarga pasien.

Pihak RS M. Djamil pun langsung memberlakukan prosedur penanganan dugaan virus berbahaya yang hampir serupa dengan flu burung tersebut. Seluruh pasien yang berada di RS M. Djamil, terutama di Intalasi Gawat Darurat (IGD) diberikan masker agar virus tidak menular.

“Kita menangani secara prosedur penanganan pasien virus berbahaya, yakni pasien diisolasi di ruang dekontaminasi Instalasi Gawat Darurat,” ujar Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi (PPID) RS M Djamil Padang, Gustafianof.

Disebut Gustianof, pasien tersebut masuk pada hari ini sekitar pukul 14.00 WIB. Pasien sendiri langsung mendapatkan penanganan intensif di ruang instalasi khusus IGD RS M. Djamil Padang.

“Pasien datang didampingi keluarganya sekitar jam 2 siang. Dia (pasien), langsung mendapatkan penanganan intensif, mengingat kondisinya,” jelasnya.

Sementara, sang anak Asmizar mengungkapkan, tidak mengetahui bahwa sang ibu diduga mengidap virus MERS. “Awalnya saya kira demam dan batuk-batuk serta sesat nafas biasa, kata dokter mungkin gejala virus itu (Mers,red), tapi setelah dirawat di RSUD Pariaman tidak ada perkembangan, pihak rumah sakit menyuruh bawa ke Padang,” ungkapnya kepada wartawan.

Dia juga menyebut bahwa ibunya baru saja pulang dari Umroh dan sampai di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Kota Padang pada sepekan lalu.

Namun, setibanya di kampung halaman (Naras), ibunya langsung mengalami demam tinggi dan batuk. “Saat dari Qatar usai Umroh ibu saya masih sehat, di kampung baru demam dan batuk-batuk,” tutupnya.

Loading...
  • Whatsapp

Pos terkait