Produksi Bawang Merah di Sumbar Diatas Brebes

Kepala Bulog Divre Sumbar, Benhur Ngkaimi, di HW Hotel, Padang, sekaligus silahturahmi Ramadan dan Lebaran 1438 H bersama awak media, Selasa (20/6/2107).
Kepala Bulog Divre Sumbar, Benhur Ngkaimi, di HW Hotel, Padang, sekaligus silahturahmi Ramadan dan Lebaran 1438 H bersama awak media, Selasa (20/6/2107).
Kepala Bulog Divre Sumbar, Benhur Ngkaimi, di HW Hotel, Padang, sekaligus silahturahmi Ramadan dan Lebaran 1438 H bersama awak media, Selasa (20/6/2107).
Kepala Bulog Divre Sumbar, Benhur Ngkaimi, di HW Hotel, Padang, sekaligus silahturahmi Ramadan dan Lebaran 1438 H bersama awak media, Selasa (20/6/2107).

H-5 Lebaran, harga bawang merah di Sumatera Barat (Sumbar) produksinya di atas Brebes, Jawa Barat. Harga bawang merah secara Nasional tersebut saat ini Rp15.000/Kg. Sementara Brebes, Jawa Barat anjlok dengan harga Rp10.000/Kg-nya.

Dapat dipastikan komoditas pangan tersebut untuk Sumatera Barat sejauh ini aman, kata Kepala Bulog Divre Sumbar, Benhur Ngkaimi, di HW Hotel, Padang, sekaligus silahturahmi Ramadan dan Lebaran 1438 H bersama awak media, Selasa (20/6/2107).

Muat Lebih

“Produksi bawang merah di Sumbar Diatas Brebes, dan kami akan terus pantau sampai paska Idul Fitri mendatang,” ungkap Benhur.

Bahkan, Bulog Divisi Regional Sumatera Barat itu mengklaim, produksi bawang merah yang berasal dari Kabupaten Solok itu sudah dapat mengekpor ke luar Jawa atau lingkaran Sumatera. Artinya, Sumbar sudah dapat menyuplai kebutuhan karena produksinya melimpah. Selain itu, harganya telah seirama dengan instruksi pusat atau skala nasional.

“Dengan harga segitu saja untung ke petani sudah dapat, dan harga Rp15.000/Kg telah layak, dan kami (Bulog) sendiri akan terus mengawasi pergerakan harga terutama di tataran pengepul,” sebut Benhur.

Kepada Kabarpadang.com, Benhur menerangkan, saat awal 2017, Bulog Divisi Regional Sumatera Barat telah merencanakan untuk segala kesiapan. Sarana dan prasarana sendiri telah dimatangkan. Agar komoditi tersebut aman telah ada tim yang dibentuk. Tim akan bertugas melakukan pemantauan dan pengawasan dari hulu sampai ke hilir.

“Kerja tim itu, mulai dari mengawal produksinya, pasca panen, sampai pada produksi yang baik. Sehingga, produksi dapat bersaing ke seluruh Sumatera,” terangnya.

Tim yang akan telah dibentuk dengan melibatkan beberapa unsur pemerintah, akan mencoba mengomunikasikan. Alhasil, produksi bawang merah di daerah lain yang masih sangat minim dapat didistribusikan. Untuk saat ini telah mencapai kurang lebih 85 ton akan produksinya.

“Sudah saatnya memproduksikan ke luar daerah,” ringkasnya.(*)

Loading...

Pos terkait

DomaiNesia