PNS DKI, 1.200 Orang Lolos

Calon Pegawai Negeri Sipil. FOTO/KOMPAS
Calon Pegawai Negeri Sipil. FOTO/KOMPAS
Calon Pegawai Negeri Sipil. FOTO/KOMPAS

Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mengumumkan hasil penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) DKI Jakarta dari jalur umum pada Senin (3/2/2014) lalu. Kepala Bidang Pengembangan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Chaidir menjelaskan, untuk jalur umum, pengumuman sudah dipublikasikan dalam situs resmi, rekrutmen.jakarta.go.id sejak awal pekan lalu.

“Jadi, yang lulus dari jalur umum lebih kurang 1.200 orang, dari formasi yang ditentukan sebanyak 1.515,” kata Chaidir, kepada wartawan, Sabtu (8/2/2014).

Pengumuman CPNS DKI tersebut berdasarkan Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 172 Tahun 2014 tentang hasil kelulusan peserta seleksi CPNS Tahun 2013. Keputusan itu telah ditandatangani Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pada 28 Januari lalu.

Dalam lampiran Keputusan Gubernur tersebut tertulis 1.453 nama peserta, dengan nilai tes kompetensi dasar (TKD), nilai tes kompetensi bidang (TKB), dan nilai akhir. Bobot TKD sebesar 60 persen, dan bobot TKB 40 persen. Nilai TKB adalah nilai TKBcomputer assesment test dan wawancara. Namun, hanya 1.200 pelamar yang dinyatakan lulus. Sementara sisanya, dinyatakan sebagai peserta cadangan.

Chaidir menjelaskan, semua nilai, baik dari peserta yang lulus maupun menjadi cadangan harus tetap diumumkan kepada publik, sesuai dengan instruksi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN dan RB). Jika ada peserta yang lulus, kemudian mengundurkan diri, maka cadangan yang berhak menggantikannya.

“Berdasarkan ketentuan, peserta yang lolos seleksi hingga tahap akhir harus diumumkan semua hasilnya,” kata Chaidir.

Berdasarkan data dari BKD DKI Jakarta, para pelamar CPNS DKI bersaing untuk menempati posisi tenaga pendidik sebanyak 203 orang. Posisi tenaga kesehatan lulusan S-1 sebanyak 300 orang, D-3 farmasi 230 orang, teknisi D-3 (analis, kimia, ternak, sipil, meteorologi, komputer, teknologi) sebanyak 101 orang, serta teknisi S-1 (teknik sipil, planologi, elektro, mesin, teknologi informasi, teknik lingkungan, arsitektur atau lanskap, industri, transportasi, geologi, geografi, pertanian, perikanan, biologi, dokter hewan) sebanyak 175 orang. Lalu, teknisi kejuruan SMK (petugas pemadam kebakaran dan teknisi listrik) sebanyak 283 orang, rumpun administrasi D-3 perpajakan sebanyak 20 orang, dan rumpun S-1 (akutansi managemen, finance, ekonomi, pembangunan atau ilmu ekonomi, komunikasi, sosiologi, hukum internasional, perpustakaan, sejarah, antropologi, dan seni) sebanyak 93 orang.

DKI juga membuka jalur khusus bagi atlet berprestasi. Sebanyak sepuluh formasi dibuka untuk atlet berprestasi. Selain memiliki prestasi, tidak ada syarat khusus yang harus dipenuhi. Kebijakan ini diambil untuk mengapresiasi para atlet berprestasi yang telah mengharumkan nama Jakarta. Selain atlet, DKI juga menyediakan tujuh posisi untuk mereka yang berkebutuhan khusus atau difabel. Ketujuh formasi untuk difabel, seperti penyuluh keluarga berencana (KB), pranata komputer, pengadministrasi umum, operator komputer, pamong budaya, pustakawan, dan perancang peraturan perundang-undangan. [Kompas]

Loading...

Pos terkait

DomaiNesia