Petasan Marak, Wawako : Ditindak Tegas !

Ilustrasi Petasan.
Ilustrasi.
Ilustrasi Petasan.
Ilustrasi.

Penggunaan mercon alias petasan tidak pernah berhenti terjadi, tak terkecuali di Kota Padang. Bulan ramadhan yang seharusnya diisi dengan ibadah, tapi berbeda dengan sebagian remaja memiliki kegiatan tidak bermanfaat hingga merugikan orang lain.

Terlihat, pada bulan Ramadhan kali ini, masih saja banyak terlihat yang meledakkan petasan. Bahkan, perbuatan yang sesungguhnya dilarang ini juga acap dilakukan di tempat umum.

Wakil Walikota (Wawako) Padang, Emzalmi menegaskan, jika aksi meledakkan petasan sama saja dengan tindakan menganggu ketertiban umum. Perbuatan yang tidak menyenangkan ini sendiri juga bertentangan dengan Peraturan Daerah (Perda) Tibum yang sudah digadang-gadangkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Padang.

“Sudah ada instruksi kepada para pedagang agar tidak menjual petasan dan juga ada peringatan keras untuk membakar petasan di tempat umum,” tegasnya di Padang, Rabu (1/6/2017).

Ditambahkan Emzalmi, jika pihaknya sudah membentuk tim khusus setiap Kecamatan yang terdiri dari personel Satpol PP, SK4, kepolisian dan aparat terkait dalam memerangi perbuatan tersebut.

Bahkan, kata Emzalmi, pelaku yang melakukan perbuatan tersebut akan mendapatkan sanksi berat. “Selain kita mengeluarkan Perda, aparat kepolisian juga sudah mendapat atensi untuk mengatasi permasalahan ini,” katanya.

Selain itu, sebenarnya, Kapolri sendiri sudah mengeluarkan larangan terhadap penggunaan mercon sesuai yang diatur Undang-undang Darurat Nomor 12 tahun 1951. Bahkan, Kapolri sendiri sudah menegaskan akan menindak tegas siapa saja yang melakukan perbuatan tersebut.

“Bagi yang tetap bermain mercon akan dilakukan penahanan sampai setelah Lebaran agar khusyuk berpuasa dan Idulfitri-nya, ini serius,” kata Kapolri, Jenderal Tito Karnavian, beberapa waktu lalu di Jakarta.

Kapolri juga mengatakan, jika kepolisian akan melakukan pengawasan secara ketat terhadap produsen dan pedagang mercon atau sejenisnya sepenjang bulan Ramadan 1438 Hijriah ini.

Loading...

Pos terkait

DomaiNesia