Pernyataan Pimpinan KPK Membingungkan

  • Whatsapp
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi.
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi.
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi.

Komite Etik KPK harus mencari tahu motif dua pernyataan pimpinan KPK yang saling bertolakbelakang terkait penetapan tersangka mantan Wakil Presiden Boediono.

Hal itu disampaikan oleh pengamat politik dari Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti , kepada wartawan, Jum’at (5/12).
“Setelah itu baru dilakukan koreksi mengapa sampai ada dua pernyataan yang saling bertolakbelakang di antara dua pimpinan KPK. Jika dianggap perlu, KPK jangan ragu-ragu untuk meminta sidang Mahkamah Etik KPK dalam mencari tau maksud dari pernyataan yang saling bertolak belakang ini,” ujar pria yang identik menggunakan kopiah hitam tersebut.
Oleh karena itu, masih kata Ray, masalahnya tidak sekedar kekompakan tapi soal siapa yang menyembunyikan atau melebihkan fakta. “Sebaiknya ditanggapi dengan segera secara resmi oleh KPK,” tukasnya.
Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi sudah menetapkan mantan Wakil Presiden Boediono sebagai tersangka dalam kasus Bank Century.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja di Pekanbaru, ketika ditanya awak media bahwa Boediono sudah tersangka dalam Kasus Century.
“Dalam perjalanannya prestasi KPK 10 tahun kasus semuanya 435. Ada mentri, gubernur, bupati/walikota, diplomat. Terakhir kita sudah men-tersangka-kan Mantan Wakil Presiden, Boediono, kita menangkap tangan ketua Mahkamah Konstitusi, kemudian BPK sebagai lembaga tingi negara,” kata Adnan di Pekanbaru, Kamis (4/12).
Namun, meski Wakil Ketua KPK Andan Pandu Praja membenarkan bekas Wakil Presiden Boediono menjadi tersangka. Namun, kabar itu dibantah oleh Wakil Ketua KPK yang lain.
Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, membantah hal itu. “Saya akan cek pada Pak Pandu. Tapi setahu saya tidak ada ekspose apapun soal itu (Boediono sudah menjadi tersangka),” kata dia saat dikonfirmasi, Kamis (4/12/) malam.
(Aktual.co)

Loading...

Pos terkait