Peras Pelanggan, Merry Waria Divonis 4Bulan

  • Whatsapp
Dominiqus alias Merry, terdakwa waria usai mendengarkan putusan dari Hakim PN Surabaya, Selasa (19,11/2013). / (Foto : Harifin/RED)
Dominiqus alias Merry, terdakwa waria usai mendengarkan putusan dari Hakim PN Surabaya, Selasa (19,11/2013). / (Foto : Harifin/RED)
Dominiqus alias Merry, terdakwa waria usai mendengarkan putusan dari Hakim PN Surabaya, Selasa (19,11/2013). / (Foto : Harifin/RED)

NUSANTARA – Surabaya, Dominiqus alias Merry Waria yang sering mangkal di bundaran Waru ini harus meringkuk dijeruji besi usai divonis Empat bulan penjara oleh Majelis Hakim PN Surabaya.

Hukuman itu didapat Dominiqus lantaran nekat memeras teman kencannya dengan modus kondom bocor.

Bacaan Lainnya

“Memberikan hukuman Empat bulan kepada terdakwa,” ujar Hakim Unggul Ahmadi dalam sidang Selasa (19/11/2013).

Hukuman ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Henry Wubowo yang sebelumnya menuntut Tujuh bulan penjara bagi Dominiqus.

Sebelumnya, JPU Henry menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 368 ayat 1 KUHP.Dalam dakwaan dijelaskan, Dominiqu alias Mery ditangkap polisi atas laporan Mohammad Surya Kusuma (27), warga Panji Permai VIII, Situbondo.

Di Surabaya, korban tinggal di Jalan Gayung Kebonsari, Kompleks Bea Cukai Surabaya.  Hal itu berdasarkan laporan polisi nomor: LP/50/VIII/2013 tanggal 11 Agustus 2013, korban mengaku sudah diperas korban di bunderan Waru, Minggu (11/8) lalu.

Awalnya korban yang tertarik dengan terdakwa, keduanya sepakat harga untuk sekali kencan Rp. 30 ribu dengan cara oral. Setelah sepakat,Tersangka kemudian membawa korban ke tempat tersembunyi dibundaran Waru. Inilah modus pemerasan yang dilakukan tersangka. Usai melakukan kencan dengan korban, tersangka pura-pura marah karena kondom yang dikenakan korban bocor sehingga air mani korban masuk ke mulut tersangka.

Atas kejadian itu, tersangka kemudian meminta ganti rugi Rp. 500 ribu. Karena merasa tidak punya uang sebanyak itu, korban kemudian memberikan uang Rp.50 ribu kepada tersangka. Meski sudah diberi uang sebanyak itu, tersangka memaksa meminta uang lagi ke korban.

Tersangka yang terus menerus marah-marah di lokasi membuat korban malu. Korban kemudian meminta ijin ke tersangka untuk mengambil uang di ATM. Sebagai jaminan, tersangka  kemudian meminta jaminan STNK sepeda motor korban. Begitu tiba dari ATM, korban kemudian memberikan uang Rp. 60 ribu ke tersangka,  namun uang itu dianggap kurang. Lantaran korban tak memiliki uang sebanyak yang diinginkan tersangka kemudian menurunkan uang ganti ruginya menjadi Rp. 300 ribu.

Kali ini, tersangka mengancam korban, jika tidak memberikan uang seperti yang ia minta, tersangka akan mendatangi keluarga korban seperti yang tertera di STNK. Merasa terus diperas, korban kemudian melaporkan kasus ini ke polisi. Tak lama kemudian, polisi pun mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan menangkap tersangka.

Afiliasi : RadarOnline

Loading...

Pos terkait