Penemuan Mayat Pria Hebohkan Warga Pasar Baru

Mayat pria tersebut saat digotong warga setempat. FOTO/CIS
Mayat pria tersebut saat digotong warga setempat. FOTO/CIS
Mayat pria tersebut saat digotong warga setempat. FOTO/CIS

Penemuan sesosok mayat pria membuat heboh masyarakat di kawasan Pasar Baru, Lambung Bukik, Kota Padang, Rabu (26/3) sekitar pukul 21.00 WIB. Pria ini ditemukan dalam keadaan tergeletak dengan darah segar mengalir dari mulutnya.

Mayat pria itu diketahui bernama Eka Satria (27) yang merupakan warga Lambung Bukik, Pauh, Kota Padang. “Di sekitar lokasi kita temukan ada satu bungkus gorengan dan sisa puntung rokok, diduga milik pria tersebut. Saat ini, belum ada dugaan kalau jenazah korban pembunuhan, kemungkinan dia meninggal karena sakit muntah darah,” kata Kapolsek Pau, Kompol Daeng Rahman di Padang, Kamis (27/3) siang.

Bacaan Lainnya

Ditambahkannya, saat dilakukannya olah TKP (tempat kejadian perkara), pihaknya mengaku tidka menemukan sedikit pun tanda kekerasan maupun luka lebam dari tubuh pria tersebut.

“Jenazah korban langsung dibawa ke rumah sakit oleh petugas dan warga, dan hanya dilakukan visum luar saja, setelah itu jenazah korban ini dibawa lagi ke rumah duka di Lambung Bukik,” jelasnya.

Hasilnya, memang tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, hanya saja ada bekas darah di mulut. “Keluarganya bilang, si korban ini ada riwayat sakit muntah darah, mungkin saat itu penyakitnya kambuh,” tuturnya.

Bahkan, disebut Daeng, pria itu diketahui merupakan residivis dari LP Muaro Padang karena kasus Curanmor dan baru menghirup udara bebas 1,5 tahun ini. “Pihak keluarga sendiri sudah menerima peristiwa ini dengan lapang dada, korban ini memang sudah sakit sebelumnya,” katanya.

Menurut salah seorang keluarga pria tersebut, sebelum ditemukan meninggal, korban memang meminta ijin keluar rumah untuk membeli makanan. Selepas dari penjara, korban pun mendapatkan pekerjaan menjadi kuli di SMK 2 Padang dan tidak pernah memiliki musuh.

“Tidak mungkin rasanya kalau dia dihajar orang pak, tadi ijinnya hanya beli makanan ke Pasar Raya, dia jalan kaki, tidak bawa motor, mungkin saat dijalan penyakitnya kambuh, dan tidak ada orang yang tahu karena jalan yang dilaluinya itu memang sepi, hanya ada satu rumah dan satu kandang ayam pak,” ungkap salah seorang keluarga korban yang enggan disebutkan namanya.

Reporter : Cicigustria

Editor : Ikhwan

Loading...

Pos terkait

DomaiNesia