Pemko Padang Kenalkan Kembali Alat Transportasi Bendi

Transportasi bendi
Transportasi bendi. Foto : Internet
Transportasi bendi
Transportasi bendi. Foto : Internet

Mengimbangi kemajuan transportasi online, Pemerintah Kota (Pemko) Padang menggalakkan kembali moda transportasi tradisional, Bendi. Alat transportasi tradisional ini sudah ada berpuluhan tahun di Sumatera Barat, dan pernah menjadi primadona pada masanya.

Walikota Padang, Mahyeldi Ansarullah menyebut, jika Pemko akan kembali membantu mencarikan pangsa pasar bagi transportasi tradisional tersebut.

Baca Juga

“Kita bantu mencarikan pangsa pasar baru bagi bendi, bukan lagi masyarakat biasa, tetapi wisatawan,” kata Mahyeldi di Padang.

Langkah ini dilakukan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kota Padang dengan mengumpulkan 40 kusir bendi yang ada. “Para kusir bendi mengaku kalah bersaing dengan transportasi online,” jelas Mahyeldi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Disbudpar Padang, Medi Iswandi mengatakan, pihaknya sudah mengumpulkan para kusir bendi itu dengan mencanangkan berbagai program.

Nantinya, sebanyak 40 pemilik itu akan membawa wisatawan dengan tarif yang telah disepakati bersama. “Tarif yang disepakati Rp 50 ribu per 30 menit,” kata Medi.

Kusir bendi ini tergabung ke dalam kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Pemko Padang justru telah membuatkan brosur dan leaflet sebagai bentuk promosi kepada wisatawan. “Brosur sudah diedarkan ke hotel maupun travel biro,” terang Medi.

Nantinya, jika ada wisatawan yang ingin menggunakan bendi, travel biro maupun pemilik hotel akan menghubungi nomor kontak yang tertera pada brosur tersebut. “Pemilik bendi akan langsung datang ke lokasi yang diminta,” sambung Medi.

Selain itu, menariknya, para kusir Bendi ini telah memiliki kode etik yang telah disepakati bersama. Jika ada yang menetapkan tarif diluar kesepakatan, Bendi tersebut akan dikeluarkan dari Pokdarwis tersebut dan tidak dibolehkan lagi membawa wisatawan.

“Jika ada yang ingin memesan silahkan hubungi 081261876678, pemesanan dilakukan dua jam sebelum berangkat,” pungkasnya.

Loading...

Rekomendasi

DomaiNesia