Pemko Padang Bantah Tutup Kantor GoJek

Dinas Perhubungan Kota Padang melakukan penutupan operasional Kantor GoJek perwakilan Padang. Foto : Istimewa
Dinas Perhubungan Kota Padang melakukan penutupan operasional Kantor GoJek perwakilan Padang. Foto : Istimewa
Ilustrasi Ojek Online. Foto : Indowarta
Ilustrasi Ojek Online. Foto : Indowarta

Beberapa waktu lalu, sejumlah kalangan dihebohkan dengan pemberitaan penutupan kantor GoJek di Kota Padang. Terkait hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) membantah dan menegaskan tidak pernah melakukan penutupan tersebut.

Kepala Dishub Padang, Dedi Henidal menyatakan, kenyataannya adalah penutupan dilakukan sendiri oleh pihak GoJek dengan pernyataan diatas kertas dan disaksikan oleh sejumlah pihak.

Bacaan Lainnya

“Tidak ada kewenangan Dinas Perhubungan menutup kantor. Itu bukan gawe kami. Penutupan kantor dilakukan Go-Jek karena belum mengantongi izin gangguan dari dinas terkait,” tegas Dedi di Kantor Dishub Padang, Senin (25/9/2017).

Dedi mengatakan, penutupan kantor gojek tidak otomatis menghentikan beroperasinya angkutan roda dua berbasis aplikasi online tersebut. Pihak Dishub juga tidak melakukan pelarangan secara resmi karena memang masih mempertimbangkan Undang-undang dan peraturan yang belum mengatur ojek secara spesifik.

Undang-undang No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan mengatur untuk angkutan penumpang umum. Jenis kendaraan yang digunakan adalah mobil penumpang dan mobil bus sehingga sepeda motor tidak diperuntukkan sebagai angkutan penumpang umum.

“Jika UU dan peraturan yang mengatur ojek ini belum ada bagaimana dapat mengeluarkan izin operasional dari Dishub atau alam hal ini Kemenhub,” jelas Dedi.

Selanjutnya, Dedi menyebut, bukan saja penutupan kantor, bahkan penutupan basis aplikasi atau situs ojek bukan kewenangan Dishub. “Salah persepsi bila mengatakan Dishub atau Pemko Padang menutup operasional Gojek,” tegas Dedi.

Terkait izin gangguan untuk kantor yang diajukan pihak Gojek belum dikeluarkan Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Padang.

Sementara itu, Kepala Bidang Perizinan Ekonomi dan Pembangunan pada Dinas PMPTSP Heni Puspita mengatakan, izin tersebut belum dikeluarkan karena kewajiban membayar retribusi belum dipenuhi pihak GoJek.

“Izin belum dikeluarkan karena yang bersangkutan belum memenuhi kewajiban membayar retribusi sebesar 1 juta,” kata Heni.

Adapun penutupan kantor Gojek disaksikan beberapa pihak. Pernyataan itu dituangkan di atas kertas dengan tanda tangan saksi dan Robby Sanggra selaku City Head PT Go-Jek Indonesia Padang tertanggal 20 September 2017.

Loading...

Pos terkait

DomaiNesia