Pemkab Pessel Prioritaskan Pendidikan Anak Perantau dari Wamena

Painan – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan mempercepat layanan pendidikan bagi anak-anak perantau yang menjadi korban kerusuhan di Wamena, Papua beberapa waktu lalu.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pessel Muskamal mengatakan, jika pihaknya prioritaskan agar anak-anak dapat segera kembali ke bangku sekolah.

Baca Juga

“Dari catatan kami sekitar 291 perantau asal Pesisir Selatan telah sampai di kampung halaman, khusus bagi anak-anak mereka kami berupaya agar bisa secepatnya mengakses bangku sekolah,” kata Muskamal di Painan, Pessel, Selasa 8 Oktober 2019.

Muskamal menambahkan, jika mulai Rabu 9 Oktober 2019, anak-anak para perantau itu telah bisa datang ke sekolah terdekat, mulai tingkat SD hingga SMA untuk memulai Proses Belajar Mengajar atau PBM.

“Yang penting anak-anak sekolah dan belajar dulu, mengenai rapor dan dokumen lainnya bisa menyusul,” sebutnya.

Bagi anak-anak yang tidak memiliki seragam sekolah dan perlengkapan sekolah lainnya, pihaknya juga berupaya memenuhinya secara bertahap.

“Bagi anak-anak yang tidak memiliki seragam dan perlengkapan sekolah untuk sementara juga bisa memulai proses belajarnya dan hal itu kami telorir,” sebutnya.

Begitu juga bagi para perantau yang dokumen kependudukannya hilang pada insiden tersebut, pihaknya juga siap untuk membuatnya kembali.

“Untuk memudahkan prosesnya bisa dengan menyerahkan foto copi KTP atau KK, kalaupun tidak ada cukup beritahu nama lengkap dan alamat selama di Wamena dan kami akan memprosesnya,” katanya lagi.

Selain itu pihaknya juga siap membantu jika diantara perantau ada yang membutuhkan layanan kesehatan namun kartu BPJS Kesehatan miliknya rusak.

“Yang penting berobat dulu, pemindahan layanan faskes kesehatan akan kami bantu pengurusannya,” sebutnya.
Sementara bagi para perantau yang tidak memiliki kartu BPJS Kesehatan namun membutuhkan layanan kesehatan tetap harus berobat dan biayanya akan dibantu oleh rumah sakit daerah dan Baznas setempat.

Ia mengungkapkan langkah-langkah tersebut ditempuh berdasarkan hasil rapat koordinasi antara pihaknya dan instansi terkait pada Selasa 8 Oktober 2019 siang.

Loading...

Rekomendasi

DomaiNesia