Pemerintah Kaji Penghapusan Premium

  • Whatsapp
Ilustrasi antrian pengendara di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Ilustrasi antrian pengendara di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Foto : Redaksi

Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro mengatakan, tak ada untungnya menghapus premium jika pemerintah harus subsidi pertamax. Untuk itu, rencana penghapusan premium masih akan dikaji pemerintah.

Menkeu menuturkan, pemerintah harus memastikan kilang Pertamina siap jika ada peralihan tersebut. “Pertimbangan kedua harus dipastikan bahwa ini tidak menambah volume impor,” ujarnya di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa 23 Desember 2014.

Bacaan Lainnya

Dia menjelaskan, apabila premium dihapus, bahan bakar minyak (BBM) yang dijual pemerintah hanya tinggal pertamax dan pertamax plus. Secara otomatis salah satunya harus disubsidi pemerintah. Karena itu harus dipastikan, skema subsidi seperti apa yang akan diterapkan.

“Selama pakai subsidi tetap nggak ada perubahan antara premium sama pertamax,” ujarnya menambahkan.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Sofyan Djalil juga menyampaikan hal yang sama.  Menurut dia, premium bisa dihapus apabila kilang Pertamina sudah mampu memproduksi Pertamax.

“Kalau dilakukan maka dengan penghapusan bertahap. Karena kalau tidak, kita harus impor banyak sekali karena kilang Pertamina belum siap.”

(Vivanews.com)

Loading...

Pos terkait