Pemadam Kebakaran Mini, Karya Pelajar SMK Padang

  • Whatsapp
DSC01597
Pelajar mendemonstrasikan karyanya di lapangan SMK Muhammadiyah 1 Padang, Kamis (21/11) siang / (Foto : KH/RED)

Mobil pemadam kebakaran yang biasanya kita lihat besar, jauh berbeda di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 1 Kota Padang. Sejumlah pelajar sekolah ini, memberikan inovasi baru dengan membuat pemadam kebakaran mini.

Masih ada yang berbeda, pemadam kebakaran yang biasanya menggunakan mobil tetapi karya anak didik ini hanya menggunakan sebuah sepeda motor untuk mengoperasikannya.

Bacaan Lainnya

Rahmatullah Akbar bersama empat rekannya membuat karyanya dimulai dari tiga bulan lalu. Pembuatannya sendiri menghabiskan dana Rp. 35 juta, tetapi semua setimpal dengan yang didapatkannya.

“Kita mulai semenjak tiga bulan lalu, dan Alhamdulillah sudah finishing sekarang. Dananya cukup besar, ada sekitar Rp. 35 jutaan untuk membuatnya”ujarnya usai mendemonstrasikan karyanya itu bersama para rekannya, Kamis (21/11) tadi siang.

Tak hanya itu, hal menarik juga terdapat pada isi tangkinya yang dapat menampung hingga 600 liter. Pengoperasiannya juga tidak serumit yang dipikirkan, untuk mengeluarkan semburan air yang cukup keras, para anak didik ini memakai pipa sepanjang 12 meter serta mesin generator yang berfungsi untuk mengatur keluarnya air.

“Pemadam ini bisa tampung air hingga 600 meter, pengoperasiannya juga tidak sulit, cukup dengan isi air ke tangki yang ada, lalu menggunakan mesin generator yang telah kita rancang dan disemburkan melalui pipa beserta pompanya”katanya.

Saat sejumlah wartawan melihat finishing pemadam kebakaran mini tersebut, Senin (21/11) tadi siang,  langsung saja para pelajar itu mendemonstrasikan hasil karyanya itu. Tampak para guru antusias dalam memperlihatkan keunggulan dari karya anak didiknya tersebut.

Diawali dengan membakar beberapa sampah sebagai objeknya, lalu para pelajar itu memadamkan api tersebut layaknya pemadam kebakaran sungguhan. Terbukti, mobil itu dapat menyemburkan air seperti mobil kebakaran biasanya hingga api padam seketika.

“Karena belum jadi masih belum ada cat, jadi sekarang ini kita lagi finishing untuk melengkapi kekurangan yang ada serta lebih mengoptimalkan peran-peran dari masing-masing alatnya”tutupnya.

 

Loading...

Pos terkait