Pelajar SMK PadangPariaman Buat Pesawat Bemotor Honda Jazz ?

Para siswa dan guru pembimbing memperlihat mesin Honda Jazz yang digunakan pesawat Jabiru J-430. (Foto : BudiS)
Para siswa dan guru pembimbing memperlihat mesin Honda Jazz yang digunakan pesawat Jabiru J-430. (Foto : BudiS)
Para siswa dan guru pembimbing memperlihat mesin Honda Jazz yang digunakan pesawat Jabiru J-430. (Foto : BudiS)

Sebanyak sepuluh orang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Penerbangan Nusantara di Batang Anai, Padang Pariaman, merakit pesawat jenis tipe Jabiru J-430. Uniknya, pesawat ini menggunakan mesin dari mobil Honda Jazz.

Dengan mendalami teori selama tiga bulanan, para pelajar SMK ini telah dapat mempraktekannya dengan membuat pesawat terbang sendiri. Hanya latihan selama tiga bulan itulah siswa yang berasal dari jurusan Elektronik dan Air Frame Power Plan dapat membuat pesawat terbang.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah, para siswa dibantu dua orang guru pembimbingnya dapat membuat pesawat bermotor Honda Jazz ini selama tiga bulan,” kata Kepala Sekolah, Makmur di SMK Penerbangan Nusantara, PadangPariaman, Sabtu (11/1) pagi.

Dibantu dengan dua orang guru pembimbing, siswa berprestasi ini pun merakit pesawat buatannya itu pada Hanggar milik Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) yang terletak di kawasan lapangan terbang Pondok Cabe, Tangerang Selatan.

“Untuk perakitan kita lakukan di Hanggar milik FASI tersebut, kami sangat berterima kasih atas bantuan seluruhnya,” tuturnya.

Sementara, untuk biaya, para siswa ini langsung dibantu penuh oleh Sekolah dan FASI tersebut. Pembuatan pesawat ini juga diharapkan dapat menekan biaya perawatan yang kendati biasanya sangatlah mahal.

Selain itu, untuk penumpang yang dapat diangkut berjumlah empat orang, termasuk pilot. Bahkan, nantinya pesawat ini akan difungsikan sebagai pesawat foto udara dengan menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium.

“Nantinya akan difungsikan lebih penuh untuk menjadi pesawat foto udara, dan hanya memakai BBM berjenis Premium,” katanya.

Untuk body unit dan sayap pesawat, para siswa ini menggunakan bahan komposit yang juga dimodifikasinya sendiri. Hal yang paling menarik yakni segi harga, jika biasanya Jabiru buatan Australia dihargai mencapai Rp. 1,5 Milyar, tetapi pesawat buatan anak bangsa ini hanya berkisar Rp. 500 juta untuk satu unitnya.

“Memang lebih murah, tetapi kualitas dan ketepatan pasti kita pikirkan sematang-matangnya,” harapnya.

Sedangkan, kecepatan terbangnya pun jauh lebih memadai dari jenis pesawat Cessna buatan Amerika Serikat dengan pengangkutan penumpang yang sama. Saat ini, pesawat terbang ini telah siap untuk diterbangkan, dan akan diluncurkan serta diperkenalkan sekitar dua bulan lagi. (Budis/Ed*WN)

Loading...

Pos terkait