Pedagang Telur Penyu Menghilang

Suasana lapak pedagang yang biasanya menjual telur Penyu terlihat kosong, Jumat (3/1) siang. (Foto : Ikhwan)
Suasana lapak pedagang yang biasanya menjual telur Penyu terlihat kosong, Jumat (3/1) siang. (Foto : Ikhwan)
Suasana lapak pedagang yang biasanya menjual telur Penyu terlihat kosong, Jumat (3/1) siang. (Foto : Ikhwan)

Pemandangan berbeda terjadi sepanjang kawasan Muara Kota Padang saat ini. Biasanya, pedagang telur Penyu menjajakan dagangannya sepanjang kawasan itu, tetapi terlihat hari ini, Jumat (3/1), tidak ada satu pun terlihat pedagang yang menjual telur tersebut.

Hal ini beriringan dengan telah dikeluarkannya Surat Edaran Pemerintah Kota (Pemko) Padang pada 27 November 2013, terkait pelarangan pengambilan serta penjual telur dari hewan Penyu yang langka tersebut.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Padang, Zulbadri mengatakan, Surat Edaran itu akan otomatis diberlakukan sejak tanggal 1 Januari 2014 lalu.

Selain melarang, dalam Surat Edaran itu juga berbunyi tentang sanksi kepada para pedagang yang tetap membandel, dengan memberikan sanksi pidana dan denda sebesar Rp. 100 juta.

“Kita sudah keluarkan Surat Edaran itu, dan jika pedagang tetap nakal maka sanksi tegas akan kita berlakukan,” ujarnya di ruangannya, Jumat (20/12) lalu.

Menyikapi hal tersebut, tim Reporter Aktual pun memantau setiap sudut sepanjang kawasan Muara Kota Padang, yang biasanya menjadi tempat perdagangan telur Penyu tersebut.

Tampak, pedagang tetap masih membuka lapaknya, tetapi tidak lagi menjual terlu tersebut. Bahkan, ada beberapa pedagang beralih berjualan telur ayam dan itik.

Menurut salah seorang pedagang yang tidak ingin disebutkan namanya ini mengaku takut akan ancaman sanksi yang diberlakukan, terlebih dengan adanya sanksi denda sebesar Rp.100 juta.

“Saya tidak menjual telur Penyu itu lagi, karena takut di razia dan tertangkap, akhirnya pun kami yang kena sanksinya itu,” ujarnya saat ditemui di kawasan Muara Kota Padang, Jumat (3/1) tadi sore.

Reporter : Lailatul Himni

Editor : WAN

Loading...

Pos terkait