PDIP “Keok” di Survey Dapil II Sumbar, Pengamat : Tak Pengaruhi Pilpres

  • Whatsapp
Pengamat Politik Universitas Andalas, Edi Indrizal. FOTO/IKHWAN
Pengamat Politik Universitas Andalas, Edi Indrizal. FOTO/IKHWAN
Pengamat Politik Universitas Andalas, Edi Indrizal. FOTO/IKHWAN

PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) yang ‘keok’ atau hanya menempati urutan kedelapan atau 2 persen dalam Hasil survey yang dikeluarkan oleh Lembaga Survey Indikator Politik Indonesia untuk Dapil II Sumatera Barat sepertinya tidak akan mempengaruhi pencapresan Joko Widodo pada Pilpres.

Hal ini diutarakan Pengamat Politik Universitas Andalas, Edi Indrizal. Menurutnya, walaupun Partai Demokrat menempati urutan pertama Partai yang paling dipilih masyarakat, tetapi responden terbanyak didominasi memiliki karena figur Caleg bukanlah Partai.

Bacaan Lainnya

“Disini, responden melihat figur dari Caleg-nya, tidak banyak yang melihat faktor dari Partainya itu sendiri maupun tokoh nasionalnya. Jadi, kalau kita bandingkan nanti, Pilpres mungkin bisa saja berubah,” katanya di Padang, Jumat (4/4).

Selain itu, seperti diketahui, survey yang dirilis lembaga survey tersebut menempatkan Gerindra dalam posisi ketiga dengan perolehan 11 persen. Gerindra banyak dipilih responden karena figur pemimpin Partai yaitu Prabowo Subianto.

Edi sendiri memperkirakan, tidak ada jaminan bahwa Prabowo Subianto akan memperoleh suara terbanyak di Sumatera Barat, karena kolerasi langsung Capres (Calon Presiden) dengan Parpol tidak begitu signifikan.

“Ini belum bisa jadi gambaran untuk Pilpres, karena faktor utama pilihan masyarakat adalah figurnya. Namun, kita juga harus melihat Parpol lain juga seperti Golkar yang juga tinggi di Sumatera Barat,” jelasnya.

Sebelumnya, Lembaga Survey Indikator Politik Indonesia melakukan survey pada Dapil II Sumatera Barat dengan menggelar simulasi surat suara terhadap Caleg seluruh Parpol peserta Pemilu 2014 yang dilakukan dari 12 hingga 22 Maret 2014.

Survey ini melibatkan masyarakat yang sudah berusia 17 tahun dengan sampel basis responden sebanyak 1.200 orang. Ditambah, margin of error kurang lebih 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Loading...

Pos terkait