Pasien Ngamuk, Pecahkan Peralatan IGD

  • Whatsapp
Pecahan di Ruangan Instalasi Gawat Darurat M. Jamil Kota Padang, Jumat (22/11) pagi.

Pecahan di Ruangan Instalasi Gawat Darurat M. Jamil Kota Padang, Jumat (22/11) pagi.
Pecahan di Ruangan Instalasi Gawat Darurat M. Jamil Kota Padang, Jumat (22/11) pagi.

PERISTIWA – Seorang pasien Zulfian (44) yang dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit (RS) M. Jamil Kota Padang, Jumat (22/11) pagi mengamuk. Pasien itu memecahkan sebagian peralatan yang ada pada ruangan, bahkan ia juga memukuli salah satu perawat yang tengah mengambil absen.

Gustafianof Staff Humas RS M. Jamil menuturkan, bahwa pasien tersebut merupakan rujukan dari RS M. Zein Painan yang masuk pada Kamis (21/11) sekitar pukul 23.00 WIB. Beberapa dokter pun memberikan bius kepada dirinya, untuk menenangkan pasien yang tengah mengamuk tersebut.

Bacaan Lainnya

“Petugas dan dokter mencoba menenangkannya, supaya tenang dokter juga memberikan bius guna tak terjadi yang lebih gawat lagi”ujarnya, tadi siang.

Pasien yang menderita penyakit pada saluran anusnya ini pun saat dirujuk malam hari sempat merontak kepada petugas. Persoalannya adalah surat rujukan yang dimilikinya dari RS M. Zein Painan mengarahkan untuk dibawa ke Poliklinik, tetapi ia ingin tetap dirawat di IGD.

“Waktu dia datang tadi malam bersama rekannya, ia minta dirawat di IGD, tetapi surat yang dibawanya hanya untuk di Poliklinik”tuturnya.

Pihak RS pun menyuruhnya untuk datang esok pagi, setelah datang sekitar pukul 07.00 WIB, pasien itu pun tetap bersikeras untuk dirawat di IGD. Sementara, petugas yang ada menjelaskan kepada dirinya untuk memenuhi surat rujukan tersebut.

“Karena pasien terus tetap bersikeras, petugas pun akhirnya membawanya ke IGD”katanya.

Sudah dipenuhi pun, pasien itu tetap marah dengan alasan yang tidak jelas. Bahkan, satu dokter yang tengah bertugas dikejar hingga ruangan Pre-Ops oleh dirinya sambil memaki dokter tersebut. Namun, keluarga yang berada mendampinginya mencoba menenangkan dirinya.

Tak berhenti disitu, selang setengah jam kemudian, pasien itu kembali mengamuk, hingga salah seorang petugas yang tengah mengambil absen pagi menjadi sasarannya.

“Tadi dia sudah tenang, tapi ia kembali mengamuk dengan menampar salah seorang petugas yang tengah mengambil absen pagi hingga petugas itu terkapar”jelasnya.

Setelah menampar petugas, ia lantas memecahkan peralatan yang ada diruang IGD tersebut. Sontak, petugas keamanan yang melihat kejadian itu, langsung mengamankan pasien.

“Tidak ada pilihan, dokter memberinya bius karena dia berontak dan sudah memecahkan beberapa peralatan di IGD. Saat ini dia ditenangkan dulu di ruang dekontaminasi IGD,” ungkap Gustafianof.

Sementara, sang istri Hernah menyebutkan, bahwa ia tidak menyangka suaminya akan berbuat seperti itu. Pasalnya, sang suami sehari-harinya tak pernah mengamuk seperti kejadian tersebut.

“Saat dirumah dia memang mengeluhkan sakit yang sangat, malamnya dia sudah kerumah sakit lalu pulang lagi karena disuruh kembali besok paginya oleh pihak rumah sakit,” kata Hernah.

Ditambahkannya, penyakit itu telah dirasakannya semenjak satu tahun lalu, tetapi sudah divonis sembuh. Namun, belakangan sang suami mulai berbicara sendiri karena tidak kuat menahan rasa sakit yang ada pada dirinya.

“Semenjak satu lalu dia menderita penyakit itu, dan sudah divonis sembuh oleh dokter. Tetapi, belakang ini mulai berbicara sendiri, mungkin karena tidak kuat lagi menahan sakitnya”tambahnya.

Kompol Erman, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Padang Timur membenarkan kejadian tersebut. Ia juga telah mendapatkan laporan pasien mengamuk itu.

“Saya sudah dapat laporan dan polisi yang sudah sampai di lokasi, pasien itu sudah tenang dan dibius oleh dokter”ucapnya saat dihubungi via telepone, tadi siang.

Terakhir, Erman menjelaskan akan mencari terlebih dahulu permasalahannya untuk bisa diselesaikan secara mediasi. Zulfian merupakan guru Sekolah Dasar (SD) golongan IV A yang bermukim di Korong Ujung Aia, Nagari Ampiang Parak Kabupaten Pesisir Selatan.

 

Loading...

Pos terkait