Pasca Penembakan, Polda Sumbar Perketat Penggunaan Senpi

Pasca penembakan yang terjadi melibatkan anak buah terhadap Kepala Detasemen Markas (Kadenma) Polda Metro Jaya, Selasa (18/3) lalu membuat sejumlah Polda melakukan pemeriksaan menyeluruh menyangkut penggunaan senjata api, termasuk di Polda Sumatera Barat.

Kepala Biro Operasional Polda Sumbar, Kombes Pol Suwardi menyebutkan, kejadian yang terjadi di Polda Metro Jaya merupakan pelajaran bagi para personel kepolisian dalam menggunakan senjata api.

Baca Juga

Menurutnya, untuk kepemilikan senjata api, seorang anggota polisi harus mengikuti berbagai persyaratan khusus, salah satunya adalah tes psikologi. “Untuk saja sejauh ini tidak ada kejadian seperti itu di Polda Sumbar,” katanya di Padang, Jumat (21/3).

Dijelaskannya, Polda Sumbar  saat ini terus melakukan pendataan terhadap personel yang memiliki senpi, hingga menghitung berapa peluru yang telah mereka muntahkan selama memiliki senpi.

“Dengan cara seperti ini setidaknya bisa mengurangi semua perbuatan yang tidak kita inginkan terjadi,” tuturnya.

Siraman rohani dan pengajian juga dilakukan agar membuat akhlak personel lebih tertata. Hal ini dilakukan untuk mengingatkan para personelnya kepada Tuhan dan bisa menghindari hal-hal yang berbau negatif nantinya.

“Kegiatan pengajian itu kami lakukan setiap hari Kamis agar para personel ini selalu ingat dengan Tuhan,” jelasnya.

Loading...

Rekomendasi

DomaiNesia