PAD Sektor Wisata Padang Minim

  • Whatsapp
Pantai Purus Padang. Foto : Istimewa
Pantai Purus Padang. Foto : Istimewa

Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Sektor Pariwisata di Kota Padang saat ini dinilai masih rendah. Hal tersebut diperkirakan karena minimnya kewenangan pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Padang dalam pengelolaan retribusi objek wisata.

Kepala Disparbud Padang, Dian Fakri menyebutkan, retribusi PAD dari sektor wisata tidak mencapai target lantaran minimnya kewenangan pengambilan retribusi itu sendiri.

Bacaan Lainnya

“Sama sepertihalnya sejak 2012, tahun ini target juga tidak tercapai. Jangankan Rp900 juta, angka Rp 500 juta saja tidak pernah terlewati,” katanya di Padang, Selasa (23/12).

Disebut Dian, minimnya PAD tersebut karena Disparbud hanya memungut retribus hanya pada karcis Pantai Air Manis, Pantai Pasir Jambak dan Warung Terpal Biru yang merupakan aset Pemerintah Kota Padang yang terletak di Jalan Samudera dan Taura.

“Untuk target di Airmanis dan Pasirjambak relatif terpenuhi sesuai target, itu pun bukan dari pungutan parkir, tapi karcis saja. Namun pembayaran 50 unit asset pemko, berupa warung pakai terpal yang dipungut Rp 20 ribu per hari sesuai perda kebanyakan mereka menolak. Saya telah ingatkan untuk membayar namun kondisinya, justru saya disebut menaikan. Taura juga sepi. Termasuk Lubuk Paraku yang memang logikannya bukan tanah pemko, tapi tanah ulayat, pengunjung yang datang juga saat balimau puasa saja. Syukur-syukur mau menyerahkan Rp600 ribu saja, tapi kan tidak,” jelasnya.

Bahkan, nantinya pada tahun 2015, target PAD dari Disparbud akan dinaikkan. Padahal dengan target saat ini masih belum mencapai target yang ditentukan. Di tahun 2015, target retribusi sendiri naik menjadi Rp. 1,5 Miliar, dimana sebelumnya hanya Rp.900 juta.

“Kami sebenarnya meminta target ini untuk diturunkan menjadi Rp.600 juta, tapi sepertinya akan dinaikkan. Kami sebenarnya setuju saja, tetapi mungkin agak berat,” tuturnya.

Loading...

Pos terkait