Nurani Perempuan Ikut Usut Kasus Pemerkosaan Siswi MTs

  • Whatsapp
Ilustrasi. FOTO/TRIBUNNEWS
Ilustrasi. FOTO/TRIBUNNEWS
Ilustrasi. FOTO/TRIBUNNEWS

Nurani Perempuan Kota Padang mendesak aparat penegak hukum melakukan langkah serius dalam menangangi kasus dugaan penyekapan dan pelecahan seksual terhadap seorang siswi Mts berinisal DPN (14).

Direktur Woman Crisis Center Nurani Padang Yefri Heriani mengatakan media massa tidak boleh menanggap kasus biasa. “Media massa harus bisa memberitakan ini secara serius, karena ini menyangkut anak dibawah umur. Media massa harus bisa menjadi motor dalam membela keadilan, termasuk dalam kasus ini,” katanya saat ditemui di kantornya, Minggu (20/4).

Bacaan Lainnya

Ia juga mengingatkan agar aparat penegak hukum dapat melihat kasus kekerasan seksual sebagai kasus yang penting. “Mereka (aparat) harus melihat bahwa relasi kuasa yang timpang (antara pelaku dan korban) sebagai bentuk yang didalami, hal ini karenanya membuat perempuan maupun anak menjadi korban terancam,” tegasnya.

Bahkan, ia menilai aparat masih berkeadaan mendua. “Satu sisi aparat ditugaskan memberikan jaminan kepada masyarakat, namun disisi lain aparat terkadang tidak bersikap memberikan kepastian hukum kepada korban yang tak lain adalah masyarakat itu sendiri,” tuturnya.

Nurani Perempuan mencatat ada setidaknya 88 kasus kekerasan terhadap perempuan terjadi selama tahun 2013 di Sumatera Barat. 46 kasus diantaranya merupakan kekerasan seksual dan 3 diantaranya terdapat penyandang disabilitas.

Sementara, tahun 2014 mulai dari Januari hingga April tercatat sebanyak 26 kasus dan 7 diantaranya merupakan kekerasan seksual. “29 Kasus sudah sudah diproses secara hukum, 1 melalui Ombudsman, 1 melalui kepegawaian dan 3 kasus lagi diproses secara adat,” jelasnya.

(Huda Putra)

Loading...

Pos terkait