Pasien Ngamuk Itu Akhirnya Meninggal

  • Whatsapp
Korban di Kamar jenazah 2
Korban saat di Kamar Jenazah RS M. Djamil Padang, Rabu (27/11).

Seorang pasien Zulfian (44) Guru Sekolah Dasar (SD) Negeri 26 Pesisir Selatan penderita penyakit anus yang mengamuk pada hari Jumat (22/11) lalu di Rumah Sakit (RS) M. Djamil Padang, meninggal dunia pada hari Rabu (27/11) pagi.

Menurut keterangan istri korban Herna, korban meninggal setelah menjalankan operasi pada bagian otaknya, didalamnya terdapat pengumpalan darah yang cukup parah.

Bacaan Lainnya

Salah seorang rekan korban Zul Wisli menuturkan, saat korban mengamuk, ada beberapa orang menghajar korban hingga tak sadarkan diri. “Saya waktu itu berada di dalam ruangan IGD, pada balik kaca saya lihat ada sekitar lima sampai enam orang yang ikut memukuli Zulfiar dan melihat seperti itu saya langsung mengejarnya keluar” ujarnya di kamar jenazah RS M. Djamil Padang, tadi siang.

Lanjutnya, Wisli juga melihat beberapa orang satpam tengah mengamankan korban sewaktu itu, tetapi juga ada sebagian yang berseragam biru laut putih yang memukuli korban. Santar, beberapa orang sekitar menyebutkan orang yang berpakaian biru laut putih itu merupakan juru parkir.

“Ada yang melihat Zulfiar dipukul menggunakan besi pembatas parkiran yang dibawahnya bersemen oleh orang yang berseragam itu dan juga diinjak-injak,” ungkap Wisli.

Usai dipukuli, korban langsung tak sadarkan diri dan dibawa langsung ke ruang Dekontaminasi IGD. Semenjak saat itu, bahkan hingga dirinya meninggal dunia, korban tetap tidak sadarkan diri. Dokter pun berusaha fokus mengobati pendarahan di kepalanya, dibanding penyakit di bagian anus yang dideritanya.

Sementara, Yulidar adik korban tidak menerima dengan yang menimpa kakaknya tersebut. Mereka menyebutkan bahwa meninggalnya Zulfiar bukan karena sakit yang dideritanya, melainkan karena cedera berat pada bagian kepala korban. Bahkan, tim dokter yang menangani korban pun menyatakan, Zulfiar tak sadarkan diri karena cedera bagian kepala.

“Kami pihak keluarga korban merasa ada kejanggalan, sakit yang awalnya di bagian selangkangan, namun meninggal karena cedera berat” ungkapnya.

Pihak keluarga pun saat ini masih meminta hasil visum dari pihak rumah sakit, serta mereka juga telah melaporkannya ke pihak kepolisian.

Sementara, Gustafianof Staff Humas RS M. Djamil Padang membenarkan kejadian tersebut, tetapi dirinya tidak mengetahui persis atas insiden tersebut.

“Saya tidak mengetahui sama sekali atas kejadian tersebut, memang korban dipukul oleh orang luar, dan tidak sadarkan diri” katanya di Ruangan Humas RS M. Djamil Padang, kemarin.

Ditambahkannya, sewaktu dirawat korban tidak sadarkan diri karena cedera berat di kepalanya, dokter pun heran atas tidak sesuainya diagnosa penyakit.

”Tim dokter juga sempat kebingungan, malahan lebih memfokuskan pengobatan di bagian kepalanya bukan di selangkangan korban yang sakit,” papar Gustafianof.

Sebelumnya, korban yang mengamuk tersebut pada hari Jumat (22/11) pagi lalu, bahkan korban juga mengejar dokter untuk memaki-makinya, dan menampar seorang perawat yang tengah mengambil absen pagi.

Karena itulah, korban langsung diamankan oleh petugas keamanan yang ada di Rumah Sakit, melihat korban mengamuk yang semakin menjadi hingga memecahkan beberapa peralatan yang ada pada ruangan IGD tersebut.

Kapolsekta Padang Timur, Kompol Erman mengatakan, sudah menurunkan personelnya untuk mengecek hasil visum korban. Pihak keluarga sendiri sudah melaporkan kejadian ini ke Polsekta Padang Timur. ”Sementara ini, anggota kami mempelajari dulu hasil visum itu dan baru nanti bisa diketahui penyebab meninggalnya korban ini” pungkasnya.

Zulfiar hari ini dijadwalkan akan dimakamkan di pemakaman keluarganya di Korong Ujung Aia Ampiang Parak, Sutera, Pesisir Selatan.

Loading...

Pos terkait