Mika Research Center Bantah Keluarkan Survey Pilkada

  • Whatsapp
Pemberitaan Survey Pilkada Padang. FOTO/RED
Pemberitaan Survey Pilkada Padang. FOTO/RED
Pemberitaan Survey Pilkada Padang. FOTO/RED

Dua hari menjelang Pilkada Padang putaran kedua semakin memanas. Mika Research Center (Consultan Survey) mempertanyakan pemberitaan yang dikeluarkan dua surat kabar lokal di Kota Padang, Senin (3/3).

Pemberitaan itu sendiri berisi tentang hasil survey Pilkada Padang putaran kedua yang menyebut bahwa salah satu pasangan calon menempati urutan survey pertama dengan keunggulan 61,40 persen.

Bacaan Lainnya

“Benar kami melakukan survey itu, tetapi bukan bulan Februari, melainkan pada bulan Januari. Bahkan, kami telah mengirimkan berita Release nya pada 29 Januari 2014 lalu, dan itu pun telah diberitakan sejumlah media massa,” kata Andi Rusta, Peneliti Senior Mika Research Center di kediamannya.

Andi juga menyebut, jika hasil surveynya pada bulan Januari, pastinya dua bulan setelah itu akan berubah. “Karakter survey itu Cross Sectional yang berarti keadaan satu masa yang tertentu tidak akan sama dengan hari ini. Apalagi, kami meyakini setelah dilaksanakannya kampanye putaran kedua akan terjadi perubahan dukungan yang besar dari masyarakat,” tuturnya.

Menurut Andi, pemberitaan seperti itu tidak tepat lagi dilakukan, mengingat telah masuknya masa tenang Pilkada Padang putaran kedua. “Pemberitaan ini juga bisa membuat opini publik, untuk itu kami meminta masyarakat untuk cerdas dalam menanggapinya,” katanya.

Terkait upaya hukum, Mika Research Center sendiri berencana akan melaporkannya kepada Panwaslu (Pengawas Pemilu) Kota Padang sebagai dugaan pelanggaran Pilkada Padang.

“Kita akan coba melaporkannya kepada Panwaslu Kota Padang, jika Panwaslu menganggap ini pelanggaran Pilkada, maka semestinya harus ditindak lanjuti oleh badan pengawas tersebut,” ujarnya.

Selain itu, Andi juga mengaku saat ini tengah meminta klarifikasi dengan mengirimkan hak jawab kepada perusahan media penerbit pemberitaan tersebut.

“Saya tadi juga sudah klarifikasi dengan salah satu Pemimpin Redaksi koran yang mengeluarkan berita tersebut mengakui bahwa itu merupakan iklan politik dari salah satu pasangan calon,” jelasnya.

Untuk itu, Andi juga ingin mendapatkan penjelasan dari sang pemasang iklan politik tersebut. “Kami juga ingin tahu siapakah orang yang memasang ini,” pungkasnya.

Loading...

Pos terkait