Mahyeldi Ingatkan Kepala Daerah, Harus Sibuk Urusi Rakyat

Padang – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi menegaskan bahwa sinergi antar kepala daerah menjadi kunci kemajuan wilayahnya. Menurutnya, jika kepala daerah kompak dan fokus mengurusi rakyat, maka daerahnya akan berkembang pesat.

“Kalau mau daerah maju, kepala daerah harus bersinergi, tidak sibuk dengan urusan lain,” tegas Mahyeldi saat memberikan sambutan peresmian pembangunan Musholla Jami’ dan Edotel Tahap 1 di SMKN 3 Padang, Minggu (7/4).

Baca Juga

Mahyeldi menjelaskan bahwa program pusat terkadang sulit masuk ke daerah. Dia mengaku sering turun tangan langsung, dibantu oleh Wakil Gubernur (Wagub) jika diperlukan.

“Ini kenapa? Karena memang saya dengan wakil gubernur bersinergi. Mungkin saya tidak mampu, maka wakil gubernur melakukan itu. Mungkin wakil gubernur tidak mampu, maka saya yang melakukan itu. Maka kita saling bersinergi antar kepala daerah itu,” paparnya.

Dia mengingatkan agar kepala daerah tidak hanya sibuk bertengkar, sehingga urusan rakyat terbengkalai.

“Ketika kepala daerahnya kompak, maka daerah itu akan cepat (berkembang). Tetapi ketika kepala daerahnya itu sibuk bertengkar saja, maka urusan rakyat tidak terpulang secara baik, justru rakyat (yang malah) memikirkan kepala daerah,” tegasnya.

Mahyeldi berharap kepala daerah, termasuk Penjabat (Pj), bekerja dengan baik untuk kepentingan masyarakat.

“Kepada (kepala daerah), (termasuk) Pj-Pj saya sampaikan, jangan menjadi beban dari rakyat. Anda sudah (di) fasilitasi semuanya, rumah, mobil, anggaran dan semuanya ada,” kata Mahyeldi.

Dia mencontohkan bahwa sinergi antar kepala daerah menghasilkan kemajuan, seperti dana inpres dari pusat ke Sumbar yang mencapai Rp 140an miliar pada tahun 2023 dan diperkirakan mencapai Rp 180an miliar di tahun 2024.

“Insha Allah tahun depan terus meningkat, bisa sampai Rp 500 miliar,” jelasnya.

Mahyeldi menekankan bahwa himbauan ini bukan tanpa alasan. Mayoritas daerah di Sumbar tidak memiliki kemampuan fiskal yang melebihi pendapatan daerahnya.

“Sehingga kemampuan fiskal daerah itu, makanya (mayoritas) daerah di Sumbar Itu tidak ada satu pun mereka memiliki kemampuan fiskal yang melebihi d

Rekomendasi