Luka Tusuk di Bagian Perut, Bocah Ini Diduga Dikroyok Oknum

Korban dirawat intensif di Rumah Sakit Yos Sudarso, Kota Padang. FOTO/TIM LIPUTAN
Korban dirawat intensif di Rumah Sakit Yos Sudarso, Kota Padang. FOTO/TIM LIPUTAN
Korban dirawat intensif di Rumah Sakit Yos Sudarso, Kota Padang. FOTO/TIM LIPUTAN

Nasib malang menimpa seorang anak bernama Rizki Putra Dinata (13) setelah digebuk oleh sejumlah orang yang diantaranya diduga oknum TNI sekitar pukul 02.00 WIB di kawasan Parak Karambia, Padang Barat, Kota Padang, Minggu (19/1).

Akibatnya, bocah yang baru duduk di bangku kelas 2 salah satu SMP Swasta Kota Padang ini mengalami luka yang cukup serius. Bocah itu mendapatkan luka pada bagian kepala, wajah lebam, goresan kaki, dan dua luka tusuk di bagian perut.

Bacaan Lainnya

Menurut keterangan ayah korban, Hendrimon menuturkan, kejadian itu terjadi saat salah seorang warga menggelar pesta hajatan pernikahan. Dirinya mengaku, ada dua orang yang diduga oknum TNI datang untuk menyelesaikan masalah kecil dengan pemuda setempat.

“Menurut keterangan beberapa orang warga, ada dua orang yang diduga oknum TNI datang kepada pemuda, untuk menyelesaikan masalah, dan masalahnya juga sudah selesai,” katanya saat ditemui di Rumah Sakit (RS) Yos Sudarso Kota Padang, siang.

Kemudian, kedua orang itu pun lantas meninggalkan lokasi. Selang beberapa menit, datanglah sekitar 30 orang yang diantaranya diduga oknum TNI ke lokasi kejadian. “Masalahnya sudah selesai, tapi sekitar 15 menit mereka datang, ada sekitar 30 orang. Keterangan warga bilang, mereka adalah oknum TNI, karena melihat ada yang memakai baju tentara lengkap, dan sebagian baju bebas,” tuturnya.

Dengan mengacungkan kayu dan benda tajam lainnya, mereka pun mulai mengejar  warga setempat. Rizki yang kebetulan ada di lokasi kejadian juga menjadi sasaran pengejaran sejumlah orang yang diantaranya diduga oknum TNI tersebut.

Lantaran kaki yang sakit, lari Rizki pun tidak sekencang warga lainnya. Lantas, sekitar delapan orang pun mengepung Rizki, dan langsung menggebuknya hingga mengalami luka serius.

“Anak saya bilang, waktu dia berlari kaki sedang sakit juga, lalu dia dikepung sekitar delapan orang, dan langsung menghajar anak saya hingga babak belur seperti sekarang,” tuturnya.

Sang ayah pun tak terima dengan perlakukan itu, dan langsung melaporkan kepada pihak Polresta Kota Padang. “Saya sudah lapor tadi pagi langsung, dan yang terpenting bagi saya saat ini adalah alasan mereka menghajar anak saya. Karena setahu saya sendiri, anak saya itu masih kecil, belum tahu apa-apa,” jelasnya.

Saat ini, sang bocah tengah mengalami perawatan intensif di RS Yos Sudarso Padang. Bahkan, dirinya juga harus melakukan operasi guna menyembuhkan luka parah yang terdapat pada bagian perutnya. Selain menghajar bocah itu, mereka juga merusak satu unit mobil tipe Grand Max yang mengalami kaca retak.

Kasat Reskrim, Kompol Iwan Ariyandhi mengatakan, pihaknya saat ini telah menerima laporan dari keluarga korban. Selanjutnya, diproses dan dilakukan penyelidikan guna mengetahui pelaku penggebukan tersebut.

”Kita sudah menerima laporannya dan saat ini masih dalam lidik,” katanya di Polresta Padang, siang.

Sementara, Kapenrem 032/Wbr, Mayor (inf) Supardi mengaku belum mengetahui infomrasi tersebut. Jika memang ada, dirinya menuturkan akan melakukan penyelidikan serta mencari informasi mengenai kejadian tersebut.

”Kalau memang nanti ada anggota kita yang terbukti melakukan itu, kita akan berikan tindakan tegas,” tutupnya. (Tim Liputan)

Loading...

Pos terkait