LPA Sumbar Kawal Kasus Pemerkosaan Siswi Tsanawiyah

  • Whatsapp
Ilustrasi Cabul. FOTO/TERASPOS
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sumatera Barat mengecam tindakan bejat terhadap pemerkosaan seorang siswa Mts berinisial NPD (14) oleh sepuluh orang pemuda di Kenagarian Gugugak, Kabupaten Limapuluhkota.

Ketua LPA Sumbar Muharman berjanji akan melakukan pengawalan kasus yang menimpa anak dibawah umur ini hingga tuntas. Saat ini, sebutnya, penanganan kasus melibatkan semua badan yang ada seperti Nurani Perempuan, Badan Pemberdayaan perempuan, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang dan badan lainnya.

Bacaan Lainnya

“Semua badan tersebut akan intens membantu penanganan kasus terhadap NPD. Ini sungguh sangat perbuatan tercela, untuk itu kita berjanji akan melakukan pengawalan kasus itu sampai tuntas,” tegasnya di Padang, Sabtu (19/4).

Ia menambahkan, LPA Sumbar sendiri saat ini lebih memfokuskan kepada proses penanganan hukum korban karena seorang pelaku telah berhasil ditangkap polisi. Untuk itu, ia juga mendesak agar kepolisian dapat bekerjasama untuk mengambil tindakan cepat dalam penanganan kasus tersebut.

”Setidaknya, saat orangtua NPD melapor, polisi harus memikirkan tindakan cepat saat itu, jadi walaupun belum 1×24 jam, harus ada kekhawatiran juga dari polisi,” katanya.

Menurutnya, kejadian yang menimpa siswi Mts itu merupakan kasus terbesar selama dua belakangan dan menyita perhatian publik. Saat ini korban pun masih trauma walaupun kejadiannya sudah hampir sebulan. Namun, pihaknya menyebut akan terus mendampingi hingga tuntas.

”Kita memang sudah berniat akan membantu kasus ini hingga tuntas karena orangtua korban sendiri memang melek dengan informasi, setidaknya dengan adanya support dan bantuan ini, beban dan trauma dari korban ataupun keluarga bisa dikurangi,” tuturnya.

Sementara, Koordinator WCC Nurani Perempuan Yefri Heriani juga menyampaikan hal yang senada. Ia menyebut, pihaknya telah melakukan tindakan perbantuan terhadap korban sepertinya membawanya untuk mendapatkan layanan kesehatan.

”Ini adalah kerja tim dan kita berharap kasus ini bisa tuntas secepatnya,” jelasnya.

Selain itu, Yefri pun berharap agar kasus ini dapat diproses dan si korban mendapatkan keadilan. Ditambah lagi jangan ada intervensi untuk penyelesaian kasus ini. ”Proses hukumnya harus tetap berjalan sesuai UU yang berlaku, termasuk UU Perlindungan anak No.23 tahun 2002,” harapnya.

(Cicigustria)

Editor:Ikhwan

Loading...

Pos terkait