LBH PI Beberkan Fakta Baru Kasus Perkosaan Siswi MTs

  • Whatsapp
Lembaga Bantuan Hukum Pergerakan Indonesia didampingi Lembaga Perlindungan Anak Sumbar memperlihatkan sejumlah temuan kejanggalan terhadap kasus pemerkosaan siswi Mts di Kenagarian Guguak, Kabupaten 50 Kota.
Lembaga Bantuan Hukum Pergerakan Indonesia didampingi Lembaga Perlindungan Anak Sumbar memperlihatkan sejumlah temuan kejanggalan terhadap kasus pemerkosaan siswi Mts di Kenagarian Guguak, Kabupaten 50 Kota.
Lembaga Bantuan Hukum Pergerakan Indonesia didampingi Lembaga Perlindungan Anak Sumbar memperlihatkan sejumlah temuan kejanggalan terhadap kasus pemerkosaan siswi Mts di Kenagarian Guguak, Kabupaten 50 Kota.

Lembaga Bantuan Hukum Pergerakan Indonesia (LBH-PI) mengumumkan fakta baru yang didapat pihaknya bersama Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sumbar terhadap kasus perkosaan siswa MTs di Kenagarian Guguak, Kabupaten 50 Kota.

Kuasa hukum LBH-PI, Guntur Abdurrahman mengutarakan, temuan fakta baru ini didapatkan setelah pihaknya bersama LPA Sumbar melakukan penelusuran di kediaman korban berinisial NPD (15) selama sepekan.

“Kita lakukan penelusuran terbaru ini di kediaman korban di Guguak, 50 Kota dari 28 April hingga 5 Mei 2014 lalu,” katanya di Padang, Selasa (6/5) sore.

Adapun fakta baru tersebut yakni didapati ternyata korban mengungkapkan bahwa dirinya dipaksa menghisap rokok dan minuman keras selama disekap di kamar kos. “Dia (korban) mengungkapkan kepada kami dan LPA Sumbar bahwa dipaksa merokok dan meminum minuman keras selama disekap,” jelasnya.

Lanjut Guntur, 22 Maret, keluarga korban mendapati satu bungkus plastik yang berisi serbuk putih dalam kamar kos yang merupakan salah satu Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Tetapi, saat keluarga korban menyerahkannya kepada Polsek Guguak, pihak kepolisian bersama Polres 50 Kota tidak memberikan keterangan terhadap penemuan tersebut,” katanya.

Bahkan juga dugaan adanya tersangka lain terlibat selain AR. “Kami temukan diduga ada tersangka lain, IT sebagai tempat penyedia penyekapan, lalu MM dan RMT sebagai pengantar dan penjemput korban. Ditambah dengan pasutri yang juga menyediakan tempat,” jelasnya.

Selain itu, LBH juga menemukan bahwa korban sempat akan dibawa oleh sejumlah orang yang diduga rekan pelaku ke Rengat, namun tidak terlaksana karena korban akhirnya ditemukan.

“Korban sendiri juga mengaku akan dibawa ke Rengat, tidak tahu apa maksud dan tujuannya dibawa kesana. Tetapi, berhasil diselamatkan karena korban akhirnya ditemukan pada 22 Maret 2014,” tuturnya.

Sementara, seperi diberitakan media massa sebelumnya, pihak Polres 50 Kota sejauh ini masih menetapkan satu orang pelaku terhadap perkosaan siswa MTs tersebut.

Loading...
  • Whatsapp

Pos terkait