Lari Tak Bayar Parkir, Kembali Bawa Pisau

  • Whatsapp
Ilustrasi.

Seorang tukang parkir terkapar bersimbah darah setelah ditusuk dan dianiaya oleh tiga Orang Tidak Dikenal (OTK), Selasa (3/6) kemarin. Akibatnya, tukang parkir yang diketahui bernama Edi Muchtar (44) itu mengalami luka robek di paha kirinya dan lebam dibagian wajah karena dipukul oleh ketiga pelaku.

Kejadian itu bermula saat seorang wanita yang menolak membayar setelah memarkir kendaraan di tempat korban bekerja, tepatnya didepan RM Baringin, Jalan Hamka, Kecamatan Padang Utara.

Korban pun sempat bersitegang dengan wanita tersebut dan akhirnya membiarkannya pergi tanpa membayar. “Dia saya suruh pergi pak, kalau tidak bisa membayar, ya sudah,” ungkap korban.

Namun, tidak berselang lama, datang seorang laki-laki yang mengaku ada hubungan dengan wanita tersebut dan langsung mencak-mencak kepada korban. Setelah sempat adu mulut dengan korban, laki-laki itupun pergi dan meminta korban untuk menunggunya di lokasi.

Selang 10 menit, laki-laki tersebut kembali menghampiri korban dan kali ini membawa dua orang rekannya. Tanpa banyak bertanya, laki-laki itupun langsung memukul wajah korban dan setelah itu menamparnya sebanyak lima kali. Bahkan, korban yang berusaha melawan langsung ditusuk dengan menggunakan pisau kecil yang sudah dibawa oleh para pelaku.

“Saya sempat melawan, tapi mereka langsung menusuk saya dengan pisau dan setelah itu pergi dan meninggalkan saya bersimbah darah,” tuturnya.

Sejumlah rekan korban langsung membawanya ke Polresta Padang, lalu ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Sumatera Barat (Sumbar) untuk mendapatkan perawatan. Korban sendiri harus menerima 10 jahitan luka dalam dan 15 jahitan luar pada pangkal belakang pahanya, selain itu 6 jahitan pada betisnya.

”Untung luka sobek itu tidak mengenai tendonnya, kalau tidak mungkin pria ini sudah tidak dapat berjalan lagi. Setelah membersihkan lukanya lalu melakukan penjahitan agar darah tidak mengucur keluar,” terang Dr Mala, dokter jaga RS Bhayangkara.

Sementara, Kanit II SPKT Polresta Padang, Ipda Zamzami membenarkan tentang kejadian tersebut. Korban mendatangi Mapolresta Padang dengan luka menganga di paha diantarkan oleh temannya. “Dia dibawa oleh temannya ke Mapolresta Padang, darahnya masih mengucur dan dia tampak kesakitan. Makanya langsung kami larikan ke rumah sakit,” katanya.

Korban sendiri masih kebingungan karena sampai sekarang belum mengetahui siapa yang terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut, namun petugas menduga aksi penganiayaan itu ada sangkut paut dengan permasalahan parkir sebelumnya.

“Korban sudah membuat laporan, saat ini tim reskrim sudah melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut,” tuturnya.

Sementara, Kasat Reksrim Polresta Padang, Kompol Iwan Ariyandhi mengatakan, saat ini petugas tengah melakukan penyelidikan di lapangan. Sejauh ini, polisi masih memeriksa intensif korban penggeroyokan tersebut.

“Korban tengah diperiksa intensif untuk mencari keterangan akurat mengenai pelaku aksi penggeroyokan tersebut,” katanya.

Loading...
  • Whatsapp

Pos terkait