Kurikulum 2013 Siap Diimplementasikan Pemko Padang

Ilustrasi pelajar. Foto : Istimewa
Ilustrasi pelajar
Ilustrasi pelajar

Kota Padang salah satu daerah yang dinilai siap dalam implementasi kurikulum 2013 di tahun pelajaran 2014/2015 ini. Hampir duapertiga dari 12 ribu lebih guru pada 584 sekolah yang ada di ibukota provinsi Sumtera Barat ini sudah mengikuti pelatihan K 2013.

”Sudah 70 persen dari guru kita mendapat pembekalan untuk implementasi kurikulum 2013 ini. Sehingga yakin, kita siap menyukseskan kurikulum yang memang membawa perubahan baik bagi dunia pendidikan kita,” kata Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah usai mengikuti Dialog Pendikan di Premier Basko Hotel, Sabtu (7/9).

Baca Juga

Walikota mengatakan, guru – guru memang harus melakukan pendalaman terhadap tema – tema yang disampaikan sesuai konsep ajar K 13.

”Kuncinya memang pada guru, untuk itu perlu diberikan pembekalan – pembekalan yang lebih intens lagi,” ujar Mahyeldi.

Wako menambahkan, Kota Padang menjadikan pendidikan sebagai primadona, sehingga penerapan 2013 menimbulkan keoptimisan untuk dapat mencapai kualitas pendidikan seperti yang diharapkan.

”Apalagi, mulai tahun ini Pemko Padang telah meluncurkan pendidikan gratis 12 tahun,”imbuhnya.(der@hms_pdg)

Wamendikbud: Penerapan K 2013, Guru Tak Boleh Salahkan Murid

PADANG – Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Musliar Kasim menekankan kepada satuan pendidikan agar Kurikulum 2013 dapat diterapkan tanpa ada celah untuk dikritik. Karena tidak membutuhkan sarana khusus dalam implementasinya, kecuali mempersiapkan guru – guru untuk menyesuaikan pola mengajar.

Wamen menyebut, Konsep Kurikulum 2013 atau K 2013 diyakini adalah reformasi bidang pendidikan terbaik yang dilakukan pemerintah Indonesia. Yaitu dengan pendekatan saintifik, kontekstual dan terarah sehingga peserta didik bukan diberitahu tapi mencari tahu.

”Dalam K 2013 ini peserta didik tidak melulu diberitahu tetapi didorong untuk mencari tahu,” kata Musliar Kasim dalam paparannya saat Dialog Pendidikan tentang Implementasi Kurikulum 2013 di Premier Basko Hotel, Sabtu (7/9).

Peserta didik dalam K 2013 tidak lagi dijejali mata pelajaran yang banyak tetapi terintegrasi dalam dua kelompok saja, yaitu Agama yang disajikan terpadu serta tematik yang mengintegrasikan IPA IPS, Matematika dan pelajaran lainnya. Juga tidak mengenyampingkan muatan lokal di masing – masing daerah.

Lebih lanjut Wamen mengatakan, guru dituntut untuk profesional dan memenuhi kompetensi sehingga tak ditemui lagi fakta guru menyalahkan murid atau mengatakan bodoh. Sedangkan, sistem penilaian pada raport juga tidak mengenal ranking atau juara.

” Untuk tingkat dasar, sampai kelas enam dan kelas sembilan dalam penerapan K 2013 tak ada lagi ujian. Semua naik kelas tak ada yang tinggal kelas,” tukasnya.

Tujuan K 2013, kata Wamen, agar dapat menghasilkan insan Indonesia yang produktif, inovatif, kreatif, afektif melalui penguatan sikap, keterampilan dan pengetahuan yang terintegrasi.

”Kita berharap, implementasi K 2013 tahun depan sudah dapat dilaksanakan menyeluruh,”tutupnya.

(Humas dan Protokol Pemko Padang)

Loading...

Rekomendasi