Kriteria Tingkat Kegiatan Gunung Api

Kriteria Tingkat Kegiatan Gunungapi
Kriteria Tingkat Kegiatan Gunungapi

Berdasarkan Sumber Data ESDM, Badang Geologi, PVMBGPos Pengamatan Gunungapi Marapi, yang disampaikan Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Padang Panjang, Bapak Rahmat Triyono, ST, Dipl.Seis, M.Sc, terkait aktivitas Gunung Marapi, Agam, periode pengamatan (6/6/2017) mulai pukul 00.00-06.00, cuacanya, angin bertiup lemah ke arah timur, secara visual gunung terlihat jelas hingga kabut 0-1.

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan tinggi 75-100 m di atas kawah puncak, 5 kali letusan dengan tinggi 75-100 m dan warna asap kelabu, kegempaan, 5 amplitudo 5-32 mm, 11-21 detik. Tektonik Jauh 1, amplitudo 12 mm, 15 detik dan 53 detik.

Muat Lebih

Sementara, pantauan 06:00-12:00, angin bertiup lemah ke arah timur. Gunung jelas hingga kabut 0-III. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 50-100 m di atas kawah puncak.

Kegempaan, Letusan 7, amplitudo 1-23 mm, 9-17 detik, tingkat aktivitas Level II (Waspada), dan diminta masyarakat di sekitar Gunungapi Marapi dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki Gunungapi Marapi pada radius 3 Km dari kawah/puncak.

Ia menerangkan, kriteria tingkat kegiatan Gunungapi, Normal (Level 1) kegiatan Gunungapi berdasarkan pengamatan visual dan kegempaan dan gejala vulkanik lainya tidak memperlihatkan adanya kelainan.

Waspada (level 2) terjadi peningkatan kegiatan berupa kelainan yang tampak secara visual atau pemeriksaan kawah, kegempaan dan gejala vulkanik lainya.

Siaga (Level 3) peningkatan semakin nyata, hasil pengamatan visual atau pemeriksaan kawah, kegempaan dan metoda lain saling mendukung. Dan analisis kegiatan cenderung diikuti letusan.
Kemudian, Awas (level 4) menjelang letusan utama, letusan awal mulai terjadi berupa asap/ abu. Analisis data pengamatan akan diikuti letusan utama.

Demikian penjelasan laporan aktivitas Gunungapi dalam periode pengamatan.

Loading...

Pos terkait

DomaiNesia